Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gempa Lombok : Target Wisman Terancam Tak Tercapai

Kementerian Pariwisata memperkirakan gempa bumi yang terjadi di Lombok, Minggu (5/8), akan mempengaruhi target mendatangkan wisatawan mancanegara sebanyak 17 juta pada tahun ini.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 07 Agustus 2018  |  15:01 WIB
Sejumlah wisatawan mancanegara menumpang mobil bak terbuka ketika menuju Mataram di Lombok Utara, NTB, Senin (6/8). Sedikitnya 700 orang wisatawan bersama warga setempat dievakuasi dari Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno menuju Pelabuhan Bangsal mengantisipasi terjadinya gempa susulan. - Antara
Sejumlah wisatawan mancanegara menumpang mobil bak terbuka ketika menuju Mataram di Lombok Utara, NTB, Senin (6/8). Sedikitnya 700 orang wisatawan bersama warga setempat dievakuasi dari Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno menuju Pelabuhan Bangsal mengantisipasi terjadinya gempa susulan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Pariwisata memperkirakan gempa bumi yang terjadi di Lombok, Minggu (5/8), akan mempengaruhi target mendatangkan wisatawan mancanegara sebanyak 17 juta pada tahun ini.

"Kemungkinan mengganggu, kalau kita hitung waktu tanggal 29 Juli [gempa pertama], yang kejadian pertama itu sekitar 100.000 orang berkurangnya. Kalau dulu yang bali 1 juta orang waktu Gunung Agung," kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Istana Negara, Selasa (7/8).

Berdasarkan perhitungannya, dia cukup optimistis pemerintah mampu mencapai kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 94%-95% dari target yang ditetapkan 17 juta pada tahun ini.

"Kira-kira berkurang sedikit lah. Kalau tahun ini targetnya 17 juta, 16 juta aman lah. Jadi kira-kira 94% aman. Mungkin 94%-95% bisa tercapai," ujarnya.

Kendati demikian, Arief meyakini pemulihan pasca gempa di Lombok tidak membutuhkan waktu yang lama atau hanya sekitar 3 minggu masa pemulihan.

Hingga saat ini, Kemenpar mencatat baru China yang mengeluarkan travel advisory. Itu pun khusus mencakup wilayah Lombok, bukan seluruh Indonesia.

"Dan saya terima kasih terutama Australia, perdana menterinya langsung berbela sungkawa dan tidak mengeluarkan travel advisory, tidak seorang pun menginginkan terjadinya bencana," tambahnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kedatangan wistawan ke Lombok dengan angkutan udara periode Januari hingga Juni tahun ini mencapai 1,05 juta atau meningkat sebesar 10,59% dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 955.896 wisatawan.

Untuk jalur laut, jumlah kedatangan wisatawan ke Lombok dari Januari hingga Juni tahun ini mencapai 38.697 orang atau meningkat 47,61% dari tahun lalu yang mencapai 26.216 orang.

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gempa lombok pariwisata indonesia
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top