Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KEBIJAKAN LTV: Gradana Segera Luncurkan GraDP Versi 2.0

Platform peer to peer lending atau P2P Gradana.co.id siap meluncurkan inovasi GraDP versi terbaru merespons relaksasi rasio loan to value yang akan diimplementasikan Bank Indonesia pada Agustus.

Bisnis.com, JAKARTA – Platform peer to peer lending atau P2P Gradana.co.id siap meluncurkan inovasi GraDP versi terbaru merespons relaksasi rasio loan to value yang akan diimplementasikan Bank Indonesia pada Agustus.

Co-Founder Gradana, William Susilo Yunior mengatakan perusahaan memang tengah mendorong antisipasi dengan adanya peraturan baru berupa relaksasi loan to value (LTV) dari Bank Indonesia. William menegaskan, sebagai mitra perbankan, Gradana berdiskusi dengan mitra bank komersial. Dia menilai, sebagai regulator, Bank Indonesia memiliki otoritas untuk merelaksasi LTV. Oleh sebab itu perusahaan akan mengevaluasi program yang sudah ada saat ini yaitu GraDP.

“GraDP jadinya buat apa lagi? Soalnya misal sekarang sudah bisa membayar tanpa DP [down payment/uang muka] nih. Maka kami jadi memikirkan, apakah semua orang nantinya akan bisa punya rumah,” jelas William kepada Bisnis, Kamis (26/7/2018) di Fairmont Hotel.

Dia mengingatkan, dengan relaksasi LTV maka pemerintah dan konsumen tidak boleh lupa bahwa di setiap bank ada risk management masing-masing. Jika, DP dibuat 0 perlu dipertanyakan tentang kemudahan dan jaminan bagi semua orang untuk memiliki rumah. Menurut William, masyarakat harus lebih mengelola ekspektasi lebih bijak ketika terjadi relaksasi LTV.

“Itu masalahnya plafon tak terselesaikan dengan DP 0, tetapi apakah orang itu bisa menjangkau harga properti dengan nilai sebesar itu, digaji bulanan sebesar itu, dan harga properti maksimal. Hal-hal begini intensinya baik tetapi apakah ini bisa diimplementasikan secara baik ke semua bank ini jadi tanda tanya,” tuturnya.

Oleh sebab itu, William mengakui bahwa perusahaan sedang merumuskan inovasi baru dari Gradana dengan proyek GraDP tersebut. Dia belum bisa menjelaskan lebih detail soal skema pembayaran GraDP versi baru. Hal itu dalam penggodokan dengan semua mitra strategis perusahaan.

“Implikasi di mana plafon itu turun dan terbentur dengan risk management masing-masing bank itu ada. Hal itu yang mungkin menjadi tantangan pemerintah untuk melihat kebijakan yang sifatnya membantu. Apa benar bisa dieksekusi terutama melibatkan private sector yang punya ranahnya masing-masing,” paparnya.

Sebagai informasi, GraDP adalah layanan GraDP lebih ditujukan untuk program cicilan DP rumah tanpa bunga. Freenyan Liwang, Komisaris Gradana mengatakan, pendana atau lender bisa memulai investasi dari modal yang sangat kecil, misal hanya Rp2 juta saja. Adapun yield per tahunnya mulai dari  9% hingga 15%.

“Ini jelas lebih tinggi dari bunga deposito yang ditawarkan bank,” tegasnya.

Dengan menyasar segmen milenial program GraDP dilengkapi dengan program Grasewa yang juga dibutuhkan bagi millenials yang mencari tempat tinggal di tengah kota tanpa biaya yang tinggi. Program ini mempersiapkan para penyewa lebih siap membeli ketika mereka sudah siap. Historis pembayaran yang baik selama masa penyewaan akan dijadikan sebagai faktor approval credit scoring apabila suatu hari nanti mereka ingin membeli dan mencicil unit properti melalui GraDP.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper