Pengembang Butuh Bunga Kredit Stabil

Setelah penetapan kebijakan dari Bank Indonesia untuk relaksasi loan to value bisnis properti, pengembang berharap bunga kredit stabil untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 24 Juli 2018 21:31 WIB
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Setelah penetapan kebijakan dari Bank Indonesia untuk relaksasi loan to value bisnis properti, pengembang berharap bunga kredit stabil untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Menurut pengembang, saat ini kebijakan LTV dipercaya bisa memperbaiki kondisi properti. Corporate Secretary Alam Sutera Tony Rudianto mengatakan saat ini perusahaan memilih patuh pada peraturan yang akan dikeluarkan setiap bank mulai Agustus mendatang. Dia mengimbau berapapun angka persentase  yang dikeluarkan pihak perbankan tidak akan merugikan pengembang ataupun bank sendiri.

"Bunga kredit yang atraktif dan stabil," jelas Toni kepada Bisnis, Selasa (24/7/2018).

Sementara itu, Vice President Coldwell Banker Dani Indra Bhatara mengatakan selain relaksasi LTV, guna mendorong bisnis properti, belum diperlukan kebijakan baru lagi. Dia berpendapat salah satu kebijakan pemerintah yang membuat konsumen berhati-hati dalam membeli properti adalah terkait pajak.

"Karena kalau membeli properti cenderung akan di cek dari mana biaya dan lain sebagainya. Sebenarnya bagus, tetapi isu yang beredar membuat khawatir konsumen," ungkap Dani kepada Bisnis.

Oleh sebab itu dia mengusulkan kalau ada kebijakan pajak yang tetap sesuai aturan namum membuat konsumen lebih nyaman berinvestasi tentu akan membantu transaksi di properti.

Country Manager Rumah.com, Marine Novita mengatakan relaksasi LTV saat ini bisa didukung kebijakan lain namun setelah implementasinya bisa dievaluasi. "Toh relaksasi LTV baru mulai Agustus, jadi kita lihat dulu."

Menurut Marine, dari sejumlah riset Rumah.com, salah satu tantangan adalah pembiayaan perdana. Dia berharap seharusnya relaksasi LTV ini bisa memudahkan pembeli melakukan transaksi pembelian rumah.

Dia melihat dari sisi pengembang, properti tentu ingin dijual secepat mungkin. Oleh sebab itu Rumah.com mencoba mengakselerasi lewat perjanjian promo atau insentif tertentu. Misalnya; diskon harga, kemudahan cicilan bayar, ataupun subsidi uang muka atau down payment (DP).

Guna mengoptimalisasi geliat bisnis properti, selain melakukan riset, saat ini Rumah.com meluncurkan program pameran properti daring, DealJuara, salah satu terobosan dari PropertyGuru. Menurut Marine, pameran properti daring ini sudah dilaksanakan pertama kali di Singapura pada 2016, dan juga Malaysia. Indonesia adalah negara ketiga yang mengimplementasikan sistem ini, dan selanjutnya PropertyGuru berharap akan dibuka pameran daring berikutnya di Thailand.

Tag : ltv
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top