Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prospek Ayam Buras Cerah

Permintaan terhadap ayam lokal (buras) dan ayam lokal persilangan semakin menanjak naik dengan konsumsi Rumah Tangga sebagai pasar utama. Pada 2018 permintaan meningkat 80% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 19 Juli 2018  |  19:59 WIB
Prospek Ayam Buras Cerah
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Permintaan terhadap ayam lokal (buras) dan ayam lokal persilangan semakin menanjak naik dengan konsumsi Rumah Tangga sebagai pasar utama. Pada 2018 permintaan meningkat 80% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Ketua Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (HIMPULI) Ade M Zulkarnain mengatakan secara menyeluruh permintaan akan ayam lokal dan ayam lokal persilangan semakin meningkat, baik pada peternakan modern dan tradisional.

"Permintaan untuk ayam lokal tahun ini meningkat 80%. Begitu juga dengan permintaan ayam lokal persilangan naik khususnya di Jawa timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta," katanya kepada Bisnis, Kamis (19/7).

Bahkan di Jawa timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta, katanya, daging ayam yang beredar dan seringkali dikonotasikan sebagai ayam kampung itu 95% merupakan ayam lokal persilangan. Sementara ayam lokal lebih banyak terserap di Jawa Barat dan wilayah Sumatera.

Ade mengatakan bahwa Himpuli sejak awal sudah memprediksikan kalau permintaan ayam buras pada umumnya akan meningkat. Maka itu dia mendorong supaya ada industrialisasi peternakan ayam buras baik untuk lokal maupun persilangan.

Menurutnya, kecendurungan peningkatan permintaan khususnya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ade mengatakan kalangan konsumen kelas menengah cenderung memilih untuk mengkonsumsi ayam buras karena persepsi citarasa yang berbeda dibandingkan dengan ayam ras. Selain itu, ayam buras dipersepsikan sebagai ayam yang lebih sehat, dan hal tersebut sudah dibuktikan dengan hasil laboratorium yang menunjukkan bahwa kandungan lemak dan residue antibiotik cenderung rendah.

"Kami memang membidik konsumen rumah tangga bukan horeka, kecuali di restoran tertentu. Sementara untuk hotel dan katering kecil sekali. Kalau untuk bebek memang 95% itu diperuntukkan bagi horeka," katanya.

Sejauh ini kata Ade, perbandingan permintaan untuk ayam lokal 70% bagi konsumen rumah tangga dan 30% bagi horeka. Sementara penjualan antara pasar tradisional dan ritel modern masih seimbang.

"Kemarin di bulan puasa, permintaan ayam lokal kemarin naik sampai dua kali lipat dari waktu regular di supermarket," katanya.

Selain itu, Ade juga optimistis kalau para produsen dapat memenuhi permintaan yang sewaktu-waktu meningkat baik dari rumah tangga, horeka maupun pemerintah. Pada tahun ini permintaan terdongkrak karena program bekerja pemerintah yang ingin membagikan 10 juta ekor ayam kepada masyarakat berekonomi lemah.

"Ketika pemerintah mencetuskan program bekerja dengan pembagian 10 juta ekor ayam, hampir 55% adalah ayam lokal persilangan. Artinya, ini mereka mampu dan siap produksi ada meskipun mendadak. Sementara, ayam lokal bisa berkontribusi 45% untuk program ini. Artinya, selain mampu memenuhi permintaan reguler, permintaan pemerintah pun mereka bisa penuhi. Artinya ada surplus dan kalau pun mereka diminta meningkatkan produksi juga bisa," katanya.

Ade juga mengatakan ayam lokal dan lokal persilangan berpotensi untuk diekspor. Khusus untuk ayam lokal harus dalam berbentuk karkas demi menjaga sumberdaya genetik, sedangkan ayam lokal persilangan bisa dalam bentuk Day Old Chicken (DOC).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ayam
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top