World Bank Bantu Proyek LRT di 3 Kota

Rencana pembangunan kereta api ringan (light rail transit/LRT) di tiga kota besar bakal mendapat bantuan dana dari World Bank.
Dinda Wulandari | 13 Juli 2018 20:45 WIB
LRT Palembang - Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – Rencana pembangunan kereta api ringan (light rail transit/LRT) di tiga kota besar bakal mendapat bantuan dana dari World Bank.

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengatakan proyek LRT yang bakal diterapkan di Surabaya, Bandung dan Medan itu mendapat bantuan secara khusus dari World Bank.

“Kita punya 3 proyek [LRT] secara khusus dibantu IMF melalui World Bank sehingga akan segera dibangun, yakni di Medan, Surabaya dan Bandung,” katanya di sela tinjauan Presiden Joko Widodo terkait progress LRT Palembang, Jumat (13/7/2018).

Budi mengatakan pihaknya mendorong para kontraktor nasional, seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Inka (Persero) yang telah mengerjakan LRT Palembang, juga dapat berkompetisi menggarap proyek tersebut.

“Seperti LRT Palembang ini untuk sarana 40% karya anak bangsa, impornya cuma 60%. Ke depan kami ingin tingkatkan komposisinya 50% buatan lokal,” katanya.

Direktur Utama PT Inka (Persero), Budi Noviantoro, mengatakan pihaknya siap mengikuti lelang proyek LRT lainnya yang digalakkan pemerintah.

“Ya kami ikut lelang,yang garap bergantung nanti siapa yang menang,” katanya.

Dia mengklaim pembuatan kereta LRT Palembang lebih murah dibanding kereta LRT negara lain di mana hanya menelan biaya Rp48,5 miliar per train set atau senilai US$1 juta.

“Di negara lain bisa US$1,5 juta. Jadi kereta ini murah karena yang bikin mahal itu di desain. Kalau yang desain orang Jepang bayarnya pakai euro kalau ini kan pakai rupiah karena desain sendiri,” katanya.

Menurut Budi biaya desain berkontribusi sekitar 15% sampai 20% dari total biaya pembuatan kereta LRT.

Tag : world bank, LRT
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top