Kerek Devisa, Insentif LCC Dibahas

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku telah membahas insentif yang akan diberikan kepada maskapai penerbangan bertarif rendah sebagai strategi untuk memupuk devisa dari pariwisata.
Sri Mas Sari | 10 Juli 2018 13:15 WIB
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku telah membahas insentif yang akan diberikan kepada maskapai penerbangan bertarif rendah sebagai strategi untuk memupuk devisa dari pariwisata.

Insentif itu mencakup tiga hal. Pertama, memperluas jaringan dan operasional maskapai Low Cost Carrier (LCC) nasional agar fleksibilitas mereka ke berbagai tempat di seluruh Indonesia berjalan baik.

Kedua, menurunkan harga avtur yang menurut Budi harganya lebih mahal 20% di Indonesia dari harga internasional. Soal ini, Menteri Perhubungan (Menhub) akan berbicara dengan PT Pertamina (Persero).

Ketiga, menghitung ulang tarif LCC.

"Kami sudah bahas dengan INACA [Indonesia National Air Carriers Association] tentang apa konsep yang akan kami lakukan berkaitan dengan LCC. LCC ini penting," kata Budi seusai menghadiri Indonesia Development Forum (IDF) 2018 di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

Pemerintah menyiapkan strategi yang mampu memperkuat ekspor atau aktivitas yang menghasilkan devisa. Rapat terbatas tentang perang dagang di Istana Bogor, Jawa Barat pada Senin (9/7) membahas strategi itu, antara lain dengan memaksimalkan industri pariwisata yang mampu menghasilkan devisa lewat pengembangan bandara dan LCC.

"Kami juga menekankan para operator penerbangan harus efisien sehingga menentukan batas bawah, segala sesuatu dengan mereka, harus kami bahas secara integrated. Jangan kita membuat suatu peraturan yang nanti justru memberi bumerang bagi industri itu sendiri," tambahnya..

Tag : maskapai lcc
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top