Investasi Usaha Bengkel Pesawat Dipengaruhi Kepentingan Negara Tujuan

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan MRO merupakan salah satu unsur industri pendukung penerbangan sipil yang bersifat strategis. Selain melibatkan teknologi canggih dan SDM yang berpendidikan tinggi, MRO asing bisa berdampak terhadap operasional industri penerbangan pada suatu negara.
Rio Sandy Pradana | 08 Juli 2018 19:13 WIB
Fasilitas perawatan pesawat milik Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--Faktor kepentingan politik maupun ekonomi negara tujuan dinilai memberikan pengaruh terhadap perusahaan perawatan pesawat (maintenance repair overhaul/MRO) yang ingin berinvestasi ke luar negeri.

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan MRO merupakan salah satu unsur industri pendukung penerbangan sipil yang bersifat strategis. Selain melibatkan teknologi canggih dan SDM yang berpendidikan tinggi, MRO asing bisa berdampak terhadap operasional industri penerbangan pada suatu negara.

"Tidak heran apabila proses perizinan investasi MRO di luar negeri ini tidak sederhana, karena menyangkut kepentingan bangsa pada negara tujuan," kata Alvin, Minggu (8/7/2018).

Dia menambahkan MRO melibatkan aktivitas impor komponen pesawat. Selain itu, pesawat yang dirawat, bisa berasal dari negara lain.

Suatu negara, lanjutnya, pasti mempunyai kepentingan untuk melindungi kepentingan MRO dalam negerinya. Pemerintah setempat akan memastikan bisnis MRO asing tidak berdampak negatif terhadap industri domestik.

"Jangan sampai malah terjadi kompetisi tidak sehat yang berisiko merugikan perusahaan domestik mereka," ujarnya.

Tag : bengkel pesawat
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top