Pelni Optimistis Capai Target Peningkatan Penumpang Angkutan Lebaran

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menargetan peningkatan penumpang pada masa angkutan lebaran akan mencapai 2% dibandingkan tahun lalu.
Juli Etha Ramaida Manalu | 24 Juni 2018 21:00 WIB
Ribuan pemudik terlihat memadati anjungan kapal milik PT Pelni KM Gunung Dempo yang tiba di Pelabuhan Ambon, Maluku, Senin (11/6). - Antara

Bisnis.com, MEDAN- PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menargetan peningkatan penumpang pada masa angkutan lebaranakan mencapai 2% dibandingkan tahun lalu.

Direktur Keuangan PT Pelni Tri Andayani mengungkapkan pihaknya optimistis jumlah penumpang angkutan lebaran tahun ini bisa mencapai 592.000 jiwa atau lebih atau 12.000 penmpang lebih banyak dibandingikan tahun lalu.

“Kalau untuk arus mudik dan balik memang kita belum sampai arus balik. Arus balik kita kan berhenti di 1 juli. Kiia optimis meningkat dibanding tahun slalu sekitar2%. Tahun lalu 580.000 penumpang, tahun ini diproyeksikan di 592.000,” katanya dalam tinjauan arus balik Dermaga Terminal Penumpang Bandar Deli Pelabuhan Belawan, Minggu (24/6/2018).

Untuk melayani arus balik dan arus mudik ini, pihaknya pun mengerahkan 26.000 kapal reguler dan 46.000 kapal perintis yang bisa mengangkut masing-masing 53.000 penumpang untuk kapal reguler dan 13.000 penumpang untuk kapal perintis.

Andayani menambahkan bahwa Pelni Cabang Batam masuk dalam jajaran10 besar penyumbang penumpang terbanyak di seluruh Indonesia selama arus mudik. Cabang Batam yang merupakan mitra Cabang Belawan menjual tiket sebanyak 20.540 pelanggan tujuan Tanjung Balai dan Belawan.

“90 % penumpang dari Batam tujuan Belawan, sisanya 10 % ke Tanjung Balai, jadi masih banyak warga Sumut yang belum kembali ke Batam,” tutup Tri Andayani.

Khusus untuk Minggu (24/6/2018) atau H+8 lebaran, KM. Kelud yang tiba di Belawan dari Batam tercatat mengakut 3.124 penumpang. Sementara untuk rute keberangkatan dari belawan menuju Batam penumpang diprediksi akan mencapai kapasitas penuh sesuai yang diizinkan yakni 3.164 penumpang.

Saat ini, KM. Kelud masih menyisakan 3 trip pelayaran khusus Belawan-Batam. Pelni melakukan rerouting KM. Kelud pada arus mudik dan arus balik guna meningkatkan frekuensi perjalanan Batam-Belawan guna mengakomodiasi tingginya perjalanan penumpang dari dan ke kedua lokasi ini selama musim libur lebaran.

KM. Kelud yang bisanya tiba di Belawan sekali dalam seminggu dan melayani perjalanan hingga ke Jakarta, saat ini hanya melayani perjalanan hingga Batam sebanyak 8 trip pelayaran dari Batam-Belawan PP. Adapun pelayaran normal hingga Jakarta baru akan kembali diubuka pada 1 Juli nanti.

“Kami melakukan pelayanan khusus bagi warga Sumut dengan menambah frekuensi pelayaran, KM. Kelud bisanya seminggu sekali baru tiba, kami rubah menjadi 2 hari sekali,” kata Komisaris PT. Pelni (Persero) Satya Bhakti Parikesit yang juga merupakan Deputi Bidang Kemaritiman di Setkab dalam kesempatan yang sama.

Satya menambahkan, pelayanan angkutan lebaran tahun ini sudah lebih baik bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya baik dari sisi pelayanan darat oleh Pelindo I maupun pelayanan di kapal.

Satya memastikan kendati menargetkan peningkatan dibandingkan tahun lalu, bahwa jumlah penumpang yang diangkut oleh KM. Kelud masih dalam batas tolerani atau tidak melampai ketentuan yang ditetapkan (overload)

“Masih dibawah batas toleransi yang diijinkan Kementerian Perhubungan sebesar 3.164 orang. Total warga Sumut yang kembali ke Batam dan Jakarta hingga hari ini sudah 6.281,” terangnya.

Adapun Sudarto yang juga komisari Pelni menilai bahwa pelayanan tiket kapal Pelni saat ini sudah lebih maju dibanding sebelumnya. Saat ini, tiket kapal Pelni sudah dapat diperoleh dengan mudah melalui berbagai channel penjualan seperti loket Pelni di seluruh kantor cabang, agen penjualan, gerai ritel modern, Pelni 162 dan juga melalui ponsel pintar berbasisi Android.

“Tiket sudah mulai digitalisasi, bayarnya bisa pakai kartu debet tidak perlu uang tunai. Ke depan tiket akan terus disederhanakan untuk lebih memudahkan pelanggan,” tambah Sudarto.

Sementara itu, Nahkoda KM Kelud Kapten Nursyamsi menyebutkan, selama menjalankan angkutan Lebaran 2018, pihaknya tidak mengalami kendala berarti. Meskipun sempat terdapat kemungkinan cuaca buruk pada 18 Juni lalu akibat siklon dari Barat, perjalanan bisa tetap terlaksana dengan aman.

Pasalnya, pihaknya selalu melakukan pemantauan cuaca sebelum melakukan perjalanan dengan mengacu pada data yang diperoleh dari BMKG. Pantauan cuaca pun dilakukan dalam tiga skala yakni mingguan, harian, dan perjamnya.

Kendati demikian, dia menambahkan bahwa pihaknya tetap bersiap-siap jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan.

Adapun sejumlah antisipasi yang dilakukan adanya dengan menyiapkan pelampung atau life jacket melebihi kapasitas maksimum penuppang atau lebih dari 4.000 pelampung, 12 life boat dengan kapasitas masing-masing 1,620 penumpang, kapsul dengan kapasitas 1.975 penumpang berikut cadangan.

“Jadi toal sudah 6.800. Jadi, memang sangat melebihi dari dispensasi jumlah maksimum penumpang sebanyak 3.164 orang,” katanya.

Tag : pelni
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top