Dirjen Hubla Pantau Langsung Pengawasan Keselamatan Pelayaran di Dermaga Kali Adem

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo memantau langsung aktivitas muat penumpang kapal tradisional di Dermaga Kali Adem, Jakarta, Senin (18/6/2018).
Ropesta Sitorus | 18 Juni 2018 15:59 WIB
Pengunjung menuruni kapal wisata Kepulauan Seribu, di Dermaga Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara. - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo memantau langsung aktivitas muat penumpang kapal tradisional di Dermaga Kali Adem, Jakarta, Senin (18/6/2018).

“Pagi tadi saya ke Kali Adem untuk memastikan kegiatan muat penumpang yang akan berwisata ke Kepulauan Seribu sudah sesuai dengan arahan Menteri Perhubungan yaitu tidak boleh melebihi kapasitas penumpang dan penumpang menggunakan life jacket selama pelayarannya," ujar Dirjen Agus di Dermaga Kali Adem Jakarta.

Kemarin (17/6/2018) Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam kunjungannya ke Dermaga Kali Adem meminta Direktorat Jenderal Perhubungan Laut khususnya Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Muara Angke untuk memperhatikan kapasitas penumpang dalam kapal tradisional yang menuju ke Kepulauan Seribu maupun sebaliknya dan kewajiban pemakaian life jacket untuk para penumpangnya.

“Hari ini saya datang mendadak dan melihat arahan Menteri tersebut telah dilakukan dengan baik oleh KSOP Muara Angke beserta jajarannya,” kata Dirjen Agus.

Dirjen Agus menambahkan bahwa di dermaga Kali Adem jumlah personel telah ditambah dengan melibatkan petugas Basarnas untuk membantu kelancaran dan memastikan kepatuhan terhadap aturan keselamatan pelayaran sebagaimana instruksi Menteri Perhubungan kemarin.

“Selain menambah personel dari Basarnas, petugas Pangkalan PLP Tanjung Priok beserta kapal patrolinya terus disiagakan dalam mengawal para penumpang berwisata ke Kepulauan Seribu,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dirjen Agus juga meminta para penumpang untuk patuh pada aturan keselamatan pelayaran yaitu menggunakan life jacket selama pelayarannya.

“Tadi saya meminta kepada para penumpang agar dengan sukarela mengenakan life jacket untuk keselamatan dirinya. Jumlah life jacket yang ada saat ini sudah mencukupi agar semua penumpang dapat memakainya. Saya juga meminta awak kapal dapat memberikan contoh dan mengingatkan penumpang untuk selalu menggunakan life jacket untuk keselamatan,” ujarnya.

Dia juga menginstruksikan kepada Kepala KSOP Muara Angke agar tidak menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) jika ditemui ada kelebihan kapasitas penumpang dan penumpang tidak memakai life jacket.

Sementara itu, Kepala KSOP Muara Angke, Capt. Mardiantika Sanggur yang mendampingi Dirjen Perhubungan Laut tadi pagi mengatakan bahwa hari ini (18/6/2018) ada 26 kapal tradisional yang membawa wisatawan ke Kepulauan Seribu.

“Ada 26 kapal dengan total jumlah penumpang sebanyak 5.658 orang. Situasi lancar dan aman, cuaca cerah dan kami memastikan tidak ada kelebihan kapasitas kapal dan semua penumpang menggunakan life jacket demi keselamatan pelayaran,” ujarnya.

Capt. Mardiantika juga menjelaskan bahwa ia dan jajarannya turun mengawasi proses muat penumpang ke atas kapal dan memastikan semua penumpang menggunakan life jacket.

"Tadi Kapal KM Garuda Express berkapasitas 380 orang mengangkut 334 orang penumpang menuju Pulau Harapan. Begitu juga kapal KM. Ratu Serinding berkapasitas 300 orang mengangkut 300 orang menuju Pulau Pari. Kapal KM. Dolphin Express berkapasitas 330 orang mengangkut 330 penumpang menuju Pulau Pramuka dan kapal KM. Napoleon 12 berkapasitas 283 orang mengangkut 280 orang menuju Pulau Tidung. Semuanya tidak melebihi kapasitas dan dipastikan menggunakan life jacket," tegas Capt. Mardiantika.

Capt. Mardiantika menegaskan bahwa keselamatan pelayaran akan terwujud dengan baik bila ada sinergi antara regulator, operator dan masyarakat sebagai pengguna jasa.

“Saya berterima kasih atas kesadaran masyarakat untuk aspek keselamatan, seluruh pelayaran dari Kali Adem, penumpang mengenakan jaket pelampung yang telah disediakan di tiap kapal,” tuturnya.

Capt. Mardiantika juga terus mengawal, mengawasi, dan mengontrol kondisi di lapangan serta menekankan pentingnya keselamatan pelayaran. Apabila cuaca dilaporkan kurang baik, maka pelayaran akan ditunda terlebih dahulu untuk keselamatan dan keamanan pelayaran.

Pihaknya juga bekerjasama, komunikasi dengan intensif, koordinasi dan Konsolidasi TNI - POLRI, Basarnas dan Instansi terkait terus dilakukan secara terus menerus.

“Selalu mengutamakan kepentingan masyarakat , dengan kemanusiaan mewujudkan pelayanan aman lancar ,dan terutama keselamatan pelayaran merupakan harga mati,” ujarnya.

Tag : dirjen perhubungan laut, Mudik Lebaran 2018
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top