Bos Properti Sinar Mas Michael Widjaya, Line, dan SoftBank Tanam Rp277 Miliar di EV Hive

EV Hive siap berekspansi membangun 100 co-working space pada beberapa negara di Asia Tenggara.
N. Nuriman Jayabuana | 07 Juni 2018 12:41 WIB
Menkominfo Rudiantara (kedua kiri), CEO dan Co-Founder EV Hive Carlson Lau (dari kiri), Direktur Utama PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. Jerry Ng, dan Co-founder & Managing Partner of East Ventures Willson Cuaca, berbincang di sela-sela meresmikan Jenius x EV Hive Coworking Space di Jakarta, Rabu (7/3/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Investor kelas kakap SoftBank, perusahaan media sosial Line, dan Direktur Utama Sinar Mas Land Michael Widjaya adalah sebagian dari penanam modal US$20 juta ke perusahaan penyedia co-working space EV Hive.

EV Hive pekan ini mengumumkan suntikan modal sindikasi senilai US$20 juta atau sekitar Rp277 miliar.  Putaran pendanaan seri A tersebut dipimpin oleh SoftBank Ventures Korea yang merupakan afiliasi SoftBank Group.

Berbagai investor yang turut menyuntikan kapital di dalam putaran pendanaan tersebut antara lain H&CK Partners, Tigris Investment, Naver, LINE Ventures, STIC Investments, East Ventures, Sinas Mas Digital Ventures, Sinar Mas Land, Insignia Venture Partners, dan Intudo Ventures. 

Putaran pendanaan itu juga melibatkan partisipasi dua angel investor, yaitu Michael Widjaya dan Chris Angkasa. 

Chief Executive Officer sekaligus Co-Founder EV Hive Carlson Lau menyatakan dengan dana segar itu, perusahaannya siap berekspansi membangun 100 co-working space pada beberapa negara di Asia Tenggara.

“Kami sangat senang menyambut deretan investor baru yang berpartisipasi dalam pertumbuhan EV Hive di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami terus berkembang pesat di Indonesia, dan baru-baru ini kami meluncurkan dua kerjasama baru dengan Menara Mandiri dan Menara Prima di Jakarta, dan akan meluncurkan bisnis baru dibawah brand kami,” ujarnya.

Carlson menyatakan EV Hive merupakan perusahaan penyedia co-working space dengan lokasi terbanyak di dalam negeri. Dirinya berambisi untuk terus memperluas akses penyediaan ruang kerja bersama di Asia Tenggara untuk mendorong kemajuan bisnis perusahaan rintisan dan usaha kecil menengah. 

EV Hive saat ini mengelola lebih dari 30.000 meter persegi ruang kerja bersama yang tersebar pada sebanyak 21 di Indonesia. Perusahaan itu tengah membangun delapan lokasi co-working space teranyar. EV Hive bukan sebatas menawarkan ruang kerja, namun turut memfasilitasi layanan pendukung untuk memperluas jejaring komunitas bisnis rintisan.  

Managing Partner East Ventures Wilson Cuaca meyakini EV Hive dapat keluar sebagai pemenang pada bisnis penyediaan ruang kerja bersama di Indonesia. Menurutnya, perusahaan itu berpeluang untuk terus berkembang menjadi pemain regional di Asia Tenggara.

Willson menyatakan perusahaannya sebagai penggagas ide sekaligus seeder sangat optimistis terhadap berbagai terbosoan yang dimiliki EV Hive.

"Kami yakin Carlson dan seluruh timnya dapat terus memberikan terobosan di sektor properti dengan menyediakan perkantoran berkonsep sharing economy. Dengan kearifan lokal, komunitas lokal, bantuan stakeholder lokal dan knowledge Softbank , EV Hive sebagai produk yang dibangun di Indonesia akan mengungguli serbuan coworking space luar yang sedang masuk ke pasar Indonesia," ujarnya.

Partner sekaligus Managing Director Softbank Ventures, Sean Lee, menyatakan perusahaannya memutuskan untuk mendukung EV Hive lantaran melihat adanya potensi pertumbuhan yang kuat di dalam perusahaan.

Direktur Utama Sinar Mas Land Michael Widjaya menyatajan telah bekerjasama dengan EV Hive pada penyediaan ruang kerja bersama di lokasi EV Hive The Breeze BSD. Proyek itu telah terbukti mampu menarik minat pengusaha-pengusaha bisnis rintisan muda.

“Kami berharap kerjasama ini akan terus berlanjut, sehingga kedepannya dapat membawa komunitas-komunitas yang ada di EV Hive untuk terus maju dan mengembangkan bisnis bersama.”

Tag : StartUp
Editor : Demis Rizky Gosta

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top