Proyek New Town Tower I Ciputra Ludes Terjual

Ciputra Group telah berhasil menjual habis unit di New Town Tower Kuningan dengan persentase pembeli atau end-user 60% dan sisanya 40% adalah investor untuk jangka panjang yang akan disewakan.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 06 Juni 2018 00:13 WIB
Ilustrasi pembangunan apartemen - Antara/Audy Alwi

Bisnis.com, JAKARTA – Ciputra Group telah berhasil menjual habis unit di New Town Tower Kuningan dengan persentase pembeli atau end-user 60% dan sisanya 40% adalah investor untuk jangka panjang yang akan disewakan.

Senior Director Ciputra Group Artadinata Djangkar mengatakan tahun ini perusahaan baru saja berhasil menjual habis proyek dari New Town I yang dekat dengan Lotte Shopping Avenue di Kuningan. Ada pun proyek ini pertama kali di launching pada akhir 2016.

“Makanya sekarang kami sedang mempersiapkan proyek berikutnya yaitu launching New Town Tower II, kelanjutkan dari proyek yang sukses sekali, New Town I,” jelas Artadinata di Lotte Kuningan, Selasa (5/6/2018).

Menurut Artadinata, konsep New Town adalah membuat unit apartemen cocok untuk pangsa pasar pekerja kantoran. Oleh sebab itu pada saat dipasarkan pertama kali harga jual sekitar Rp900 juta per unit. Ada pun lokasi New Town berada di area central business district. Nantinya, New Town II akan dipasarkan dengan harga jual sekitar Rp1,1 miliar dan masih berlokasi di area CBD Jakarta, tepatnya di Ciputra World II.

“Biasanya di CBD ini harganya Rp5 miliar. Namun kita berkaca dari negara lain, di kota-kota besar itu masih ada kok apartemen yang terjangkau untuk pekerja,” katanya.

Dia menargetkan dengan total 600 unit, New Town Tower II ini akan dilaunching pada kuartal II tahun ini. Dia berharap, sampai akhir 2018, New Town Tower II juga bisa terserap 60%. Sisanya, 40% bisa diselesaikan sampai 2019.

Artadinata optimistis dengan target tersebut mengingat pada New Town Tower I saja, tingkat penyerapan cukup tinggi dalam tiga bulan pemasaran sudah mencapai 90%. Selain itu, menurut Artadinata tahun politik tidak menjadi isu yang akan menakutkan bagi para first home buyer. Pasalnya, angka kebutuhan terhadap properti terbilang cukup tinggi khususnya untuk pembeli yang akan menghuni, bukan investor.

Sebagai informasi, PT Ciputra Developement Tbk dengan kode saham CTRA ini juga merilis public expose tentang restu pemegang saham atas rencana penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (Non-HMETD) dengan target dana maksimal Rp2,21 triliun. Perseroan berniat menerbitkan 1.853.569.525 unit saham baru, atau maksimum 10% dari modal ditempatkan, dan disetor.

Selain itu, sesuai data perusahaan pada kuartal I-2018 Ciputra Developmet membukukan pra penjualan atau marketing sales properti sebesar Rp1,6 triliun, atau naik 33% year on year (YoY). Sementara itu, sepanjang tahun ini, perseroan memasang target dapat membukukan marketing sales Rp7,7 triliun

Tag : ciputra group
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top