DPD REI Jakarta Optimistis 2018 Tahun Pertumbuhan Properti

Realestat Indonesia atau REI meyakini tahun ini akan menjadi momentum pertumbuhan bisnis properti di Jakarta sekalipun perizinan masih menjadi tantangan tersendiri bagi para pengembang.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 23 Mei 2018 20:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Realestat Indonesia atau REI meyakini tahun ini akan menjadi momentum pertumbuhan bisnis properti di Jakarta sekalipun perizinan masih menjadi tantangan tersendiri bagi para pengembang.

Chandra Rambey, Wakil Ketua Bidang Riset & Luar Negeri DPD REI DKI Jakarta menyatakan bahwa REI telah melakukan survei secara kualitatif dan kuantitatif dengan metode pengumpulan data primer berupa survei melalui penyebaran kuesioner atau wawancara.

Tujuannya, untuk memetakan minat responden, sehingga bisa memprediksi kecenderungan responden dalam memutuskan ssuatu tindakan. Ada pun responden adalah para pengembang anggota REI DKI Jakarta, dengan kurun waktu survei selama 2 bulan dari Februari 2018 – April 2018.

“Survei ini untuk mengetahui siapa responden, apa yang dipikirkan dan dirasakan, atau kecenderungan suatu tindakan,” ungkap Chandra di Kuningan, Rabu (23/5/2018).

Ketua DPD REI DKI Jakarta, Amran Nukman menyatakan bahwa berdasarkan hasil industri realestat sangat mudah terdampak oleh kebijakan pemerintah, yakni perpajakan, perizinan, suku bunga kredit. Khusus di DKI Jakarta perizinan masih menjadi problem.

Amran menegaskan bahwa birokrasi adalah faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi proses perijinan. Sebanyak 69% responden menyatakan lebih mudah memperoleh perijinan di luar DKI Jakarta dibandingkan dengan di DKI Jakarta.

“Kondisi properti saat ini memang sedang menghadapi tekanan akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia, namun demikian pengembang dan pasar properti harus tetap optimistis bahwa kondisi 2018 akan semakin membaik,” terangnya.

Amran menambahkan, apabila sektor properti menggeliat akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi karena mempunyai multiflier effect yang tinggi dengan 175 industri ikutan dan penyerapan tenaga kerja yang besar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perumahan

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top