PHE Resmi Mulai Mengelola Blok Ogan Komering dan Tuban

PT Pertamina Hulu Energi atau PHE secara resmi melakukan serah terima 2 blok migas terminasi 2018 pada 20 Mei 2018. Dua Blok migas itu antara lain, Ogan Komering dan Tuban yang sudah terminasi sejak 28 Februari 2018.
Surya Rianto | 21 Mei 2018 21:30 WIB
Ilustrasi pengeboran minyak. - Bloomberg/Jeyhun Abdulla

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina Hulu Energi atau PHE secara resmi melakukan serah terima 2 blok migas terminasi 2018 pada 20 Mei 2018. Dua Blok migas itu antara lain, Ogan Komering dan Tuban yang sudah terminasi sejak 28 Februari 2018.

Direktur Utama PHE Gunung Sardjono Hadi mengatakan, perseroan telah merencanakan beberapa hal untuk bisa menjaga produksi tetap terjaga seperti, well service bebebrapa sumur yang mati, perbaikan sarana dan prasarana, dan komersialisasi sumur eksplorasi yang belum dikembangkan.

“Untuk meningkatkan cadangan migas, PHE Ogan Komering akan melakukan studi GGR dan Seismik 3D. Selain itu, kami juga akan melakukan pengeboran eksplorasi dan infill drilling untuk memenuhi komitmen pasti 3 tahun pertama dan 3 tahun kedua dari kontrak gross split yang sudah ditandatangani,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Senin (21/5).

PHE secara resmi mengelola blok Ogan Komering setelah melakukan serah terima dengan operator sebelumnya yakni, Joint Operation Body (JOB) Pertamina – Jadestone Energy.

Pada tahun ini, PHE menargetkan produksi minyak Ogan Komering bisa terjaga di kisaran 1.950 barel pr hari, sedangkan produksi gas sebesar 8,21 juta kaki kubik per hari. Jumlah itu lebih rendah ketimbang 2017, produksi minyak sebesar 2.250 barel per hari, sedangkan produksi gas sebesar 8,64 juta kaki kubik per hari.

Selain itu, PHE juga melakukan serah terima secara resmi sebagai pengelola blok Tuban dari operator sebelumnya yakni, JOB Pertamina-Petrochina.

Direktur PHE Afif Saifudin mengatakan, perseroan bakal berupaya untuk mencari cadangan dan meningkatkan produksi Blok Tuban ke depannya. Perseroan bakal mengelola beberapa lapangan di Blok Tuban seperti, Mudi, Sumber, dan Lengowangi dengan skema kontrak bagi hasil kotor atau gross split.

Pada 2018, Blok Tuban memiliki target produksi sebesar 8.110 barel per hari untuk minyak dan 11,11 juta kaki kubik per hari untuk gas. Jumlah itu lebih rendah ketimbang realisasi produksi 2017 yang sebesar 10.500 barel per hari untuk minyak, dan 14,2 juta kaki kubik per hari untuk gas.

Kedua Blok itu sudah terminasi pada 28 Februari 2018, tetapi karena tanda tangan kontrak baru belum dilakukan sehingga Kementerian ESDM memberikan perpanjangan kepada operator eksis selama 6 bulan.

Lapangan Sukowati

Selain penyerahan secara resmi kedua blok terminasi 2018 itu kepada PHE, PT Pertamina EP pun juga secara resmi telah menjadi pengelola lapangan unitisasi Sukowati per 20 Mei 2018.

Presiden Direktur Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan berbagai strategi untuk mendorong produksi lapangan Sukowati itu seperti, pengeboran sampai perbaikan sarana dan prasarana pengelola sebelumnya.

“Kami ekspektasi bisa mendorong produksi di Sukowati menjadi sekitar 7.000 lebih barel per hari dibandingkan dengan April 2018 yang berada di kisaran 6.800 barel per hari,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Senin (21/5).

Pertamina EP pun resmi menjadi pengelola lapangan Sukowati pada 20 Mei 2018. Lalu, Pertamina EP menunjuk tim dari PT Pertamina EP Aset 4 yang akan mengelola lapangan Sukowati tersebut.

Tag : pertamina
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top