Kalbe Farma Kunjungi Bisnis

PT Kalbe Farma Tbk. mengunjungi kantor Bisnis pada Selasa (15/5/2018).
Annisa Sulistyo Rini | 15 Mei 2018 18:07 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, JAKARTA—PT Kalbe Farma Tbk. mengunjungi kantor Bisnis pada Selasa (15/5/2018).

Vidjongtius memaparkan langkah-langkah perusahaan dalam menghadapi era digital, baik dari sisi internal maupun eksternal. Secara internal, Kalbe melakukan transformasi sistem dari manual ke digital.

"Sistem Kalbe secara keseluruhan saat ini sudah online, seperti produksi, penjualan, inventory bisa dimonitor secara online, almost real time," ujarnya Selasa (15/5/2018).

Selain secara internal, Kalbe juga mendorong digitalisasi dengan mitra dan konsumen. Untuk mitra, Vidjongtius menyebutkan perseroan membantu apotek, yang dirasa lambat untuk digitalisasi, dengan menyiapkan aplikasi untuk mempermudah order dan logistik.

Untuk pelanggan, Kalbe menciptakan Kalbe Store, yaitu e-commerce untuk memudahkan masyarakat membeli produk Kalbe secara online, dari produk obat hingga nutrisi kesehatan. 

"Kami juga memiliki website terkait infomasi kesehatan yang bisa diakses gratis yaitu klikdokter.com. Ada juga klik-apotek untuk menghubungkan dokter, pasien, dan apotek yang menyediakan obat,"jelasnya.

Dengan upaya-upaya tersebut, Vidjongtius menuturkan bisnis perseroan akan berjalan secara sederhana, tetapi efisien. "Yang offline akan bergerak terus, sedangkan digital akan melengkapinya," katanya.

Sebelumnya, perusahaan bersiap untuk membidik pertumbuhan kinerja keuangan pada kuartal II/2018 sejalan dengan meningkatnya konsumsi terhadap produk kesehatan saat Ramadan dan Lebaran.

Kinerja penjualan perseroan masih di bawah target kuartal I/2018. Hal itu akibat kondisi konsumsi pasar yang belum pulih ditambah dengan pelemahan rupiah beberapa waktu terakhir.

Vidjongtius mengatakan pelemahan rupiah mengakibatkan biaya produksi perseroan naik. Pasalnya, emiten berkode saham KLBF itu masih mengandalkan bahan baku dari impor.

Kendati demikian, dia mengaku optimistis penjualan bakal terkerek pada kuartal II/2018. Apalagi, dalam waktu dekat akan memasuki periode Ramadan dan Lebaran 2018.

“Biasanya masa hari raya tren konsumsi meningkat dan pembelian produk kesehatan meningkat. Kami akan terus melakukan penetrasi dan distribusi,” ujarnya.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal I/2018, Kalbe Farma membukukan pendapatan Rp5,01 triliun. Pencapaian tersebut hanya tumbuh 2,38% secara tahunan Rp4,89 triliun. Tahun ini, pendapatan perusahaan diproyeksikan meningkat sebesar 10% seiring dengan beroperasinya sejumlah pabrik baru.

Sementara itu, Bernadus Karmin Winata, Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe menilai kondisi makro ekonomi saat ini belum menunjukkan pemulihan. Oleh karena itu, perseroan tengah memfokuskan kepada upaya mempertahankan pangsa pasar dan pengendalian biaya.

Bernardus mengatakan pertumbuhan penjualan terutama didukung oleh meningkatnya pertumbuhan volume penjualan pada sebagian divisi usaha, kecuali pada segmen produk kesehatan yang masih relatif stagnan. 

“Berbagai strategi jangka panjang seperti pengembangan kapasitas dan peluncuran produk akan tetap dijalankan,” ujarnya.

 

Tag : kalbe farma
Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top