Iran Diembargo AS, Pertamina Diminta Tangguhkan Investasi di Iran

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan sinyal kepada PT Pertamina (Persero) untuk menunda tanda tangan kontrak di Blok Mansouri, Iran.
Surya Rianto | 14 Mei 2018 19:44 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan sinyal kepada PT Pertamina (Persero) untuk menunda tanda tangan kontrak di Blok Mansouri, Iran. Hal itu dilakukan seiring dengan keputusan Amerika Serikat yang keluar dari kesepakatan nuklir dan kembali menerapkan sanksi kepada Iran.

Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan, pihaknya meminta untuk menahan investasi di Iran terlebih dulu terkait pengenaan sanksi oleh Amerika Serikat di Negara Seribu Satu Malam tersebut.

"Untuk jaga-jaga, lebih baik ditunda terlebih dulu saja," ujarnya pada Senin (14/5/2018).

Djoko menuturkan, penundanaan itu dilakukan karena kekhawatiran investasi yang sudah digelontorkan di sana hilang karena faktor geopolitik seperti sanksi yang dikenakan kepada Iran tersebut.

"Takutnya, Pertamina sudah investasi di sana, eh uangnya hilang kan bahaya. Kalau persoalan impor masih bisa karena itu sifatnya jual dan beli, kalau investasi harus hati-hati," ujarnya.

Seperti dilansir Bloomberg, AS memutuskan keluar dari kesepakatan nuklir Iran dan kembali menerapkan sanksi sebelum perjanjian pada 2015. Dengan begitu, Iran akan kembali dikenakan sanksi ekonomi oleh Negeri Paman Sam.

Departemen Keuangan AS mencatat ada 9 warga dan sebuah perusahaan Iran yang diduga mengoperasikan jaringan pertukaran uang dengan bantuan bank sentral Iran senilai jutaan dolar AS kepada Islamic Revolutionay Guards Corps-Quds Force.

Hal itu yang membuat AS menarik dari kesepakatan nuklir pada 2015 sehingga Negeri Paman Sam kembali menerapkan sanksi kepada Iran. Sebelum 2015, salah satu bentuk sanksinya itu adalah pembatasan produksi dan penjual minyak oleh Iran.

Tag : pertamina
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top