Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Moeldoko Usulkan Perkuat Kapasitas Tim Pemantau Orang Asing

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengusulkan untuk mengoptimalkan kapasitas tim pemantau orang asing yang dibentuk oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 27 April 2018  |  15:08 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat menerima kunjungan tim Bisnis Indonesia, di Kantor Staf Presiden Jakarta, Jumat (6/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko saat menerima kunjungan tim Bisnis Indonesia, di Kantor Staf Presiden Jakarta, Jumat (6/4/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA--Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengusulkan untuk mengoptimalkan kapasitas tim pemantau orang asing yang dibentuk oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Pernyataan Moeldoko merespons menghangatnya opini publik yang meluas pascadirilisnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA).

"Saya kira tadi. Kita optimalkan. Kalau ini menjadi isu yang perlu disikapi lebih meningkat lagi.[Tambahan anggaran dan sumber daya manusia] kalau bisa kita endorse begitu ya," kata Moeldoko di Jakarta, Jumat (27/4/2018).

Menurutnya, persoalan TKA ini menjadi pekerjaan besar pemerintah, terutama dari segi pengawasan.

Pada intinya, inisiatif Presiden Joko Widodo menandatangani perpres tersebut didasari keinginan untuk memacu lebih banyak investasi masuk ke Indonesia, bukannya ingin menggerus kesempatan kerja bagi masyarakat Indonesia.

Dia menyebutkan pada kasus di Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, banyaknya TKA asal China yang berada di situ memang berkaitan dengan beberapa proyek investasi dari investor China.

Moeldoko menyetubkan banyaknya TKA asal China dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan fasilitas di pabrik tersebut. Diharapkan, ketika proyek pembangunan sudah selesai, para TKA itu sudah bisa kembali ke negaranya.

"Kalau dikerjakan oleh orang Indonesia lamanya bisa tiga bulan, tapi dengan tenaga kerja China itu bisa satu minggu dua minggu selesai. Jadi berpikir logis maksud saya itu, jangan kita hanya takut-takut tapi ga berani membangun diri. Nanti jadi tertinggal gitu lho," ucapnya.

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah TKA di Indonesia sekitar 85.947 orang pada 2017. Jumlah itu naik tipis dibandingkan 2016 yang sebanyak 80.375 orang dan 77.149 orang pada 2015.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tka
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top