Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Angkasa Pura II Investasi Rp350 Miliar untuk Bangun Bandara di Purbalingga

PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II mengalokasikan investasi sebesar Rp350 miliar untuk pembangunan Bandara Jenderal Besar (JB) Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 23 April 2018  |  11:47 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) meninjau lokasi Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah yang akan dikembangkan menjadi bandara komersial, Senin (23/4). - Bisnis/Amanda Kusumawardhani
Presiden Joko Widodo (tengah) meninjau lokasi Bandara Jenderal Besar Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah yang akan dikembangkan menjadi bandara komersial, Senin (23/4). - Bisnis/Amanda Kusumawardhani

Bisnis.com, PURBALINGGA -- PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II mengalokasikan investasi sebesar Rp350 miliar untuk pembangunan Bandara Jenderal Besar (JB) Soedirman di Purbalingga, Jawa Tengah. 

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan investasi tersebut mencakup pembangunan landasan pacu, apron, terminal penumpang, dan fasilitas pendukung lainnya. AP II bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara (AU), AirNav Indonesia, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga, dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah dalam pembangunan bandara tersebut.

"Runway kami buat fleksibel [aspal]. Terminalnya kami bangun dengan kapasitas 300.000 penumpang per tahun," ujarnya selepas groundbreaking pembangunan Bandara JB Soedirman, Purbalingga, Senin (23/4/2018).

Awaluddin menuturkan investasi terbesar dialokasikan untuk runway sebesar Rp170 miliar. Adapun sisanya untuk taxiway sebanyak Rp50 miliar dan terminal penumpang sebesar Rp45 miliar.

Bandara Jenderal Besar Soedirman.

Menurutnya, Pemkab Purbalingga akan membebaskan lahan seluas 5 hektare (ha) dan Pemprov Jawa Tengah 9 ha. Tambahan lahan akan membuat area bandara memungkinkan untuk perpanjangan runway.

Adapun total lahan yang dimiliki TNI AU untuk pembangunan Bandara JB Soedirman mencapai 115 ha.

Untuk diketahui, Bandara JB Soedirman semula merupakan Pangkalan Udara TNI AU tipe C. Landasan pacu saat ini masih berupa rumput sepanjang 850 meter. Dengan dibangun bandara untuk kepentingan komersial, bandara tersebut akan berstatus enclave sipil.

Awaluddin menerangkan maskapai penerbangan yang memiliki armada pesawat ATR diyakini bakal tertarik untuk membuat rute ke Bandara JB Soedirman.

Presiden Jokowi (paling kiri) menyimak penjelasan pengembangan Bandara Jenderal Besar Soedirman.

 

Pasalnya, bandara ini bisa menjadi pintu gerbang bagi sembilan kabupaten di wilayah Jawa Tengah bagian barat. Wilayah itu meliputi, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Brebes.

Dia optimistis potensi penumpang dari sembilan kabupaten bisa membuat Bandara JB Soedirman sarat penumpang, merujuk pada Bandara Blimbingsari di Banyuwangi yang telah mencetak trafik penumpang 250.000 penumpang per tahun. Padahal, bandara tersebut hanya mengandalkan satu kabupaten saja sebagai pasar penumpang udara.

"Tidak hanya bandaranya. Pemerintah Daerah (Pemda) juga harus mendorong potensi daerahnya, misalnya membuat event sehingga orang tertarik datang," tambah Awaluddin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top