UPI dan Pemerintah Diminta Bebenah Agar Seafood Indonesia Diterima Eropa

Ketua Dewan Pengawas Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Harry Lukminto berharap unit pengolahan ikan dan pemerintah sama-sama berbenah agar produk perikanan diterima pasar Uni Eropa.
Sri Mas Sari | 20 April 2018 13:23 WIB
Udang vaname - Antara/Syifa Yulinnas

Bisnis.com, JAKARTA -- Ketua Dewan Pengawas Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Harry Lukminto berharap unit pengolahan ikan dan pemerintah sama-sama bebenah agar produk perikanan diterima pasar Uni Eropa.

Menurut dia, unit pengolahan ikan (UPI) harus memperbaiki sistem jaminan mutu, terutama kehigienisan. Harry mengakui sejumlah UPI belum memenuhi standar itu sehingga dicoret dari daftar pemegang EU approval number. Beberapa di antaranya juga karena tidak aktif menjalankan ekspor selama dua tahun.

Di sisi lain, pemerintah harus terus berusaha melobi Uni Eropa agar dapat memberikan tambahan izin ekspor atau EU approval number bagi UPI di Indonesia.

"Saya sudah sampaikan harapan ini kepada KKP dan KKP sudah menindaklanjuti. Kami terus berkomunikasi," ujar Harry, Jumat (20/4/2018).

Harry yang juga Presiden Direktur PT Sekar Bumi Tbk. itu tengah mengajukan EU approval number bagi PT Bumi Pangan Utama (BPU) --anak perusahaan Sekar Bumi.

Surat pengajuan sudah lama disampaikan ke KKP dan telah diteruskan ke Ditjen Kesehatan dan Keamanan Pangan Uni Eropa (DG Sante). Namun, hingga kini belum ada tanggapan dari DG Sante.

Jika mengantongi nomor registrasi ekspor ke UE, BPU berencana mengekspor udang beku ke Benua Biru sebagai bagian dari diversifikasi pasar ekspor. Jika terealisasi, maka BPU akan menyusul anggota Sekar Group lain yang sudah lebih dulu mengekspor produk seafood ke Zona Euro, seperti Sekar Bumi yang mengapalkan udang beku dan makanan beku dan Sekar Laut yang mengekspor kerupuk udang.

Harry mengakui gagasan diversifikasi dipicu oleh kompetisi yang ketat dengan India di pasar udang Amerika Serikat. Menurut dia, ekspor produk perikanan Negeri Bollywood ke Negeri Paman Sam tahun lalu melesat hampir 40%.

"Kami enggak mau berkutat di pasar yang sama," katanya.

Menanggapi rencana DG Sante yang akan melakukan inspeksi ke Indonesia, Harry mengatakan UPI-UPI harus mempersiapkan diri. Pasar Uni Eropa membutuhkan sertifikasi misalnya BRC (British Retail Consortium) dan ASC (Aquaculture Stewardship Council).

Bisnis.com, JAKARTA -- Ketua Dewan Pengawas Pengusaha Pengolahan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I) Harry Lukminto berharap unit pengolahan ikan dan pemerintah sama-sama berbenah agar produk perikanan diterima pasar Uni Eropa. 
 
Menurut dia, unit pengolahan ikan (UPI) harus memperbaiki sistem jaminan mutu, terutama kehigienisan. Harry mengakui sejumlah UPI belum memenuhi standard itu sehingga dicoret dari daftar pemegang EU approval number. Beberapa di antaranya juga karena tidak aktif menjalankan ekspor selama dua tahun. 
 
Di sisi lain, pemerintah harus terus berusaha melobi Uni Eropa agar dapat memberikan tambahan izin ekspor atau EU approval number bagi UPI di Indonesia.
 
"Saya sudah sampaikan harapan ini kepada KKP dan KKP sudah menindaklanjuti. Kami terus berkomunikasi," ujar Harry, Jumat (20/4/2018).
 
Harry yang juga Presiden Direktur PT Sekar Bumi Tbk. itu tengah mengajukan EU approval number bagi PT Bumi Pangan Utama (BPU) --anak perusahaan Sekar Bumi. Surat pengajuan sudah lama disampaikan ke KKP dan telah diteruskan ke Ditjen Kesehatan dan Keamanan Pangan Uni Eropa (DG Sante). Namun, hingga kini belum ada tanggapan dari DG Sante.
 
Jika mengantongi nomor registrasi ekspor ke UE, BPU berencana mengekspor udang beku ke Benua Biru sebagai bagian dari diversifikasi pasar ekspor. Jika terealisasi, maka BPU akan menyusul anggota Sekar Group yang lain yang sudah lebih dulu mengekspor produk seafood ke Zona Euro, seperti Sekar Bumi yang mengapalkan udang beku dan makanan beku dan Sekar Laut yang mengekspor kerupuk udang. 
 
Harry mengakui gagasan diversifikasi dipicu oleh kompetisi yang ketat dengan India di pasar udang Amerika Serikat. Menurut dia, ekspor produk perikanan Negeri Bollywood ke Negeri Paman Sam tahun lalu melesat hampir 40%. 
 
"Kami enggak mau berkutat di pasar yang sama," katanya.
 
Menanggapi rencana DG Sante yang akan melakukan inspeksi ke Indonesia, Harry mengatakan UPI-UPI harus mempersiapkan diri. Pasar Uni Eropa membutuhkan sertifikasi misalnya BRC (British Retail Consortium) dan ASC (Aquaculture Stewardship Council).
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekspor perikanan

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top