Penaikan Rating Kredit oleh Moody's Bisa Tarik Investor

Pemerintah optimistis investor akan lebih tertarik berinvestasi pada sektor infrastruktur di Tanah Air seiring dengan dinaikkannya peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Moody's ke level Baa2.
M. Richard | 13 April 2018 13:39 WIB
Foto aerial suasana lalu-lintas jalan tol Cikampek, di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/3/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah optimistis investor akan lebih tertarik berinvestasi pada sektor infrastruktur di Tanah Air seiring dengan dinaikkannya peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat Moody's ke level Baa2.

Pada Jumat (13/4/2018), Moody's Investor Service menyampaikan penaikan peringkat utang Indonesia menjadi Baa2 dengan outlook stabil dari Baa3 dengan outlook positif.

"Pasti, kalau kepercayaan masyarakat dan investor makin tinggi, kita juga akan makin yakin kepada proyek dengan pembiayaan jangka panjang," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto, di Jakarta, Jumat (13/4/2018).

Dia menjelaskan saat ini masih banyak investor yang hanya berinvestasi pada brownfield atau konstruksi bangunan yang telah jadi. Dengan kenaikkan rating tersebut, lanjut Arie, pemerintah akan lebih mendorong investor ke arah greenfield, yakni investasi untuk konstruksi yang baru akan dibuat.

"Namun, dengan skema tanggungan yang lebih fair," imbuhnya.

Sebagai informasi, peringkat Indonesia ini naik beberapa bulan setelah Fitch Rating menaikkan ratingnya terhadap Indonesia. Peningkatan rating ini menempatkan Indonesia setara dengan Filipina dan India.

Tag : infrastruktur, peringkat utang
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top