Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Penyebab Lifting Minyak & Gas Bumi Kuartal I/2018 Turun

Penurunan lifting Indonesia pada kuartal I/2018 diprediksi karena aktivitas eksplorasi yang tidak terlalu menggeliat dalam beberapa tahun terakhir, terutama ketika harga minyak rendah. Jadi, ketika harga minyak tinggi, lifting pun tidak naik secara drastis juga.
Sepudin Zuhri
Sepudin Zuhri - Bisnis.com 11 April 2018  |  20:26 WIB
Ini Penyebab Lifting Minyak & Gas Bumi Kuartal I/2018 Turun
Ilustrasi pengeboran minyak. - Bloomberg/Jeyhun Abdulla

Bisnis.com, JAKARTA -- Penurunan lifting Indonesia pada kuartal I/2018 diprediksi karena aktivitas eksplorasi yang tidak terlalu menggeliat dalam beberapa tahun terakhir, terutama ketika harga minyak rendah. Jadi, ketika harga minyak tinggi, lifting pun tidak naik secara drastis juga.

Presiden Direktur PT Medco Energi Internasional Tbk. Hilmi Panigoro mengatakan, tren lifting Indonesia yang mengalami penurunan di tengah tren harga minyak yang naik disebabkan oleh aktivitas eksplorasi yang kurang menggeliat. Pasalnya, mayoritas lapangan migas di Indonesia itu sudah tua sehingga bila tidak ada aksi eksplorasi yang tinggi akan sulit mendapatkan kenaikan lifting.

"Soalnya, ketika harga minyak rendah pada periode 2015 - 2017, aksi eksplorasi di Indonesia memang sangat rendah. Jadi, ketika sekarang harga minyak sudah kembali tinggi, lifting tidak bisa langsung naik juga," ujarnya kepada Bisnis pada Rabu (11/4).

SKK Migas mencatat lifting migas Indonesia per kuartal I/2018 sebesar 1,89 juta barel ekuivalen per hari atau mencapai 94% dari target sebesar 2 juta barel ekuivalen per hari. Ke depannya, lifting migas akan dikejar bsa memenuhi target dengan mulai beroperasinya produksi di beberapa lapangan baru.

Adapun, lifting migas per tiga bulan pertama tahun ini itu mencatatkan penurunan sebesar 2,7% dibandingkan dengan 2017 yang sebesar 1,94 juta barel per hari.

Secara rinci, lifting minyak per kuartal pertama berada dikisaran 750,6 barel per hari. Pencapaian lifting itu sudah sebesar 94% daru target lifting sampai akhir 2018 sebesar 800.000 barel per hari, nilai lifting tiga bulan pertama tahun ini juga mencatatkan penurunan sebesar 6,61% dibandingkan sepanjang 2017.

Lalu, lifting gas bumi sampai akhir Maret 2018 berada pada kisaran 1,13 juta barel ekuivalen per hari. Pencapaian lifting gas bumi itu sebesar 95% dari target yang ditentukan dalam APBN 2018 yang sebesar 1,2 juta barel ekuivalen per hari.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lifting minyak
Editor : Surya Rianto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top