Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pelindo IV Buka Pelayaran Langsung Balikpapan-China

Pelindo IV membuka pelayaran langsung atau direct call ke China dari Termnal Peti Kemas Kariangau, Balikpapan. Direct call diestimasi menurunkan biaya pengiriman dan mempercepat waktu pengiriman.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 09 April 2018  |  12:52 WIB
Kaltim Kariangau Terminal.  - Kaltim Kariangau
Kaltim Kariangau Terminal. - Kaltim Kariangau

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) membuka pelayaran langsung atau direct call ke China dari Termnal Peti Kemas Kariangau, Balikpapan. Direct call diestimasi menurunkan biaya pengiriman dan mempercepat waktu pengiriman.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno mengatakan pemerintah daerah perlu bekerja sama dalam mendukung direct call ke China yang dilayani perusahaan pelayaran SITC. Dia berharap, direct call dari Balikpapan bisa menjadi stimulus bagi perekonomian Kalimantan Timur.

"Momentum ini merupakan bentuk kehadiran BUMN untuk negeri yang menjadi pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi daerah Kalimantan Timur," ujarnya siaran pers, Senin (9/4/2108).

Dalam pengapalan perdana dari Terminal Kariangau, kapal MV Meratus Tomini mengangkut sejumlah komoditas kayu olahan dan coklat sebanyak 100 kontainer. Kapal berlayar dari Balikpapan langsung ke Shanghai dan dijadwalkan berlayar satu kali dalam satu pekan.

Dalam catatan Bisnis.com, direct call dari Terminal Kariangau menambah deretan pelabuhan milik Pelindo IV yang sudah membuka direct call. Sebelumnya, BUMN kepelabuhan berkantor pusat di Makassar itu juga telah membuka direct call dari Makassar, Sorong, dan Bitung. Pelindo IV juga akan membuka direct call dari Pelabuhan Ambon tahun ini.

Direktur Utama Pelindo IV, Doso Agung mengatakan direct call dari Balikpapan bisa menurunkan biaya logistik bagi para pengusaha. Dia menggambarkan, biaya angkut per kontainer turun drastis dari Rp4 juta menjadi sekitar Rp729 ribu per kontainer. Waktu tempuh dari Balikpapan ke Shanghai dengan pelayaran langsung juga turun menjadi 9 hari dari semula 25 hari--30 hari.

"Selain biaya logistik bisa lebih hemat, daya saing produk pun akan meningkat. Misalnya seperti ikan beku jauh lebih segar bila lewat jalur direct call karena waktunya lebih singkat," pungkas Doso.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top