Amazon Putus Hubungan dengan Konsultan Lobi Terbesar

Amazon.com Inc. memutuskan hubungan dengan Akin Gump Strauss Hauer & Feld, firma lobi terbesar di Washington dan Squire Patton Boggs, serta menggantinya dengan Paul Brathwaite dari Federal Street Strategies LLC dan Josh Holly dari Holly Strategies Inc. Hal itu dilakukan Amazon demi bisa melakukan lobi terkait persoalan pajak.
Surya Rianto | 31 Maret 2018 12:48 WIB
Seorang pengemudi Amazon.com Inc berdiri di samping truk di Los Angeles, California, Amerika Serikat. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Amazon.com Inc. memutuskan hubungan dengan Akin Gump Strauss Hauer & Feld, firma lobi terbesar di Washington dan Squire Patton Boggs, serta menggantinya dengan Paul Brathwaite dari Federal Street Strategies LLC dan Josh Holly dari Holly Strategies Inc. Hal itu dilakukan Amazon demi bisa melakukan lobi terkait persoalan pajak.

Dalam keterangan resmi yang dikutip Bloomberg pada Sabtu (31/3/2018), Amazon mengatakan, sebuah hal yang lumrah bekerja sama dengan konsultan yang berbeda. Hal itu dilakukan demi prioritas bisnis yang terus berkembang.

Adapun, perombakan konsultan lobi Amazon itu terjadi pada Jumat (30/3), peritel dalam jaringan (daring) terbesar dunia itu memilih Paul Brathwaite dan Josh Holly dengan alasan keduanya sempat bekerja sebagai konsultan lobi eksternal untuk Airbnb Inc. dan Oracle Corp. Kala itu, Brathwaite dan Holly bekerja di Podesta Group yang sempat dijuluki King of K Street, tetapi nasib konsultan eksternal itu tamat setelah terjerat skandal ketika pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) 2016.

Akin Gump pun sudah bekerja dengan Amazon sejak 2014, sedangkan Patton Boggs adalah perusahaan terkenal yang sudah disewa sejak 2013 atau ketika awal periode agresivitas lobi dilakukan. Kedua konsultan itu bekerja untuk fokus menyelesaikan polemik pajak Amazon.

Lalu, perombakan konsultan lobi Amazon itu pun dilakukan tepat sebelum Presiden AS Donald Trump mencuit di Twitter tentang tuduhan kalau Amazon belum membayar pajak penjualan negara bagian dan lokal.

Trump juga mencuit di Twitter kalau Amazon telah membuat bisnis ritel konvensional tertekan dan mendapatkan keuntungan yang tidak adil.

Pasca-tuduhan itu, harga saham Amazon pun langsung ambruk.

Selama ini, Amazon terus melakukan investasi demi membuat pencitraan yang positif. Peritel daring terbesar itu ingin mengubah citra sebagai penghancur bisnis ritel konvensional menjadi sosok perusahaan pencipta lapangan kerja yang terus berinvestasi miliar dolar AS untuk gudang dan kantor baru.

Amazon pun ingin menciptakan citra kalau perusahaan itu juga membantu bisnis usaha kecil agar tetap tumbuh dengan menjual produkdi toko onlinenya.

Akhirnya, investasi pencitraan itu dilakukan dengan menyewa konsultan eksternal khusus lobi. Hal itu dilakukan demi mengatasi hambatan dan regulasi yang menganggu perkembangan bisnis Amazon.

Amazon pun telah mengeluarkan belanja modal sekitar US$13 juta sepanjang 2017. Nilai belanja modal untuk lobi itu telah naik 400% dalam 5 tahun terakhir.

Tag : amazon
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top