Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Properti Indonesia Masih Unggul dari Vietnam

CEO Savills South East Asia Christopher J. Marriott mengatakan saat ini pasar properti Indonesia, khususnya Jakarta, bertumbuh pesat. Pertumbuhan properti di Indonesia dinilai masih lebih baik ketimbang beberapa negara Asia Tenggara lain.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 31 Maret 2018  |  11:32 WIB
perumahan, properti
perumahan, properti

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia masih jadi primadona untuk investor properti di Asia Tenggara.

CEO Savills South East Asia Christopher J. Marriott mengatakan saat ini pasar properti Indonesia, khususnya Jakarta, bertumbuh pesat. Pertumbuhan properti di Indonesia dinilai masih lebih baik ketimbang beberapa negara Asia Tenggara lain.

“Vietnam ini masih peringkat kedua atau ketiga dari pilihan investor asing properti untuk menggelontorkan dana,” jelasnya, baru-baru ini.

Chris memandang masih banyak hal yang harus diperbaiki di Vietnam ketimbang di Indonesia. Misalnya, infrastruktur di Indonesia masih lebih banyak ketimbang di Vietnam. Selain itu, iklim pertumbuhan bisnis di Indonesia juga sudah membaik.

Sebelumnya, Senior Associate Research Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto menuturkan China adalah salah satu negara yang sedang gandrung menanamkan investasi ke sejumlah negara yang memiliki proyek pembangunan infrastruktur.

“Di Indonesia ada beberapa proyek yang dipicu oleh proyek infrastruktur, yang mereka kerjakan dengan mengembangkan properti, ini tetap berkaitan,” ungkapnya.

Ferry tak menampik bahwa selain Indonesia, China juga melirik Vietnam sebagai lahan subur penanaman investasi properti di Asia Tenggara. Hal ini dipicu oleh banyaknya kemudahan investasi yang ditawarkan oleh Vietnam kepada investor asing.

“Vietnam menawarkan kemudahan investasi lebih baik dibandingkan Indonesia dan pertumbuhan ekonomi mereka tinggi, di atas 6%. Selain kemudahan prospek ekonomi lebih banyak para investor selain China lari kesana, termasuk Jepang,” sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top