Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kapasitas Tangki Mobil 60 Liter Diisi 70 Liter, Kok Bisa?

Sebuah video seorang warga merekam proses pengisian bahan bakar minyak jenis Pertalite terhadap mobil Nissan Serena viral di media masa. Pasalnya kapasitas tangki minyak yang hanya 60 liter, malah tercatat sampai 70 liter di monitor dispenser SPBU.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 25 Maret 2018  |  00:19 WIB
SPBU - Bisnis.com
SPBU - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Sebuah video seorang warga merekam proses pengisian bahan bakar minyak jenis Pertalite terhadap mobil Nissan Serena viral di media masa. Pasalnya kapasitas tangki minyak yang hanya 60 liter, malah tercatat sampai 70 liter di monitor dispenser SPBU.

Dalam video, seorang pria yang merekam kejadian ini mengaku heran dengan pencatatan dispenser BBM di salah satu SPBU di kawasan Jakarta Timur. “Rp557.000, 73 liter. Ini [kapasitas tangki mobil] 60 liter gak ada mas,” kata pria yang merekam tersebut.

Saat merekam tersebut, seorang petugas pria sempat mengatakan bahwa sebelum pengisian sudah dimulai dari nol. Namun, ucapan itu dibantah oleh perekam. “Iya tapi itu tidak mungkin, jauh bener [selisih kapasitas dengan saat pengisian].”

Menanggapi kejadian ini, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan hal tersebut sangat tidak mungkin terjadi apalagi sampai kelebihan 10 liter. Menurutnya, jika konsumen merasa ragu dengan sistem pengukuran dispenser SPBU, dapat meminta alat ukur berupa bejana dari pihak SPBU untuk membuktikan kejadian itu.

“Kalau konsumen merasa tidak yakin, bisa meminta alat ukur berupa bejana yang sudah terverifikasi untuk melihat apakah alat ukur mengalami kerusakan atau ada pengurangan,” kata Tulus Abadi kepada Bisnis, Sabtu (24/3/2018).

Pihaknya tidak membantah jika ada SPBU yang nakal memainkan pengukuran, tetapi dirinya meragukan selisih sampai 10 liter tampung. Untuk diketahui, kapasitas tangki mobil Nissan Serena hanya sebesar 60 liter. Namun Tulus menyebut kapasitas tangki tidak dapat menjadi alat ukur.

“Pertama harus di cek betul soal kapasitas tangki karena tangki bukan alat ukur, tangki mobil motor bukan alat ukur berapa ketepatan dari satu SPBU,” sebutnya.

Menurutnya, pemerintah telah mengatur tentang toleransi plus minus maksimal 100 mili liter per 20 liter. Artinya akan ada pengurangan atau kelebihan daya isi maksimal 100 mili liter dalam 20 liter setiap pengisian bahan bakar. Hal ini disebabkan reaksi penguapan yang dialami oleh bahan bakar.

Namun, selama ini, YLKI cenderung lebih banyak menemukan toleransi di sejumlah SPBU hanya 70 – 80 mili liter per 20 liter. Pertamina sendiri bahkan menetapkan toleransi agar mendapat predikat gold bagi sebuah SPBU yakni 60 mili liter per 20 liter. Sehingga menurutnya aturan Pertamina sudah lebih ketat dibanding regulasi yang ada.

“Bahwa ada ditemukan SPBU nakal, iya. Tapi tidak sekasar itu cara menguranginya,” kata Tulus.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

spbu pertamina
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top