Lippo Gandeng 9 Perusahaan Internasional Kembangkan Meikarta

Kelompok bisnis Lippo Group menandatangani kerja sama dengan 9 perusahaan internasional, khususnya dalam bidang logistik dan teknologi finansial.
Anitana Widya Puspa | 20 Maret 2018 20:05 WIB
Foto aerial pembangungan megaproyek Meikarta di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/9). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - - Kelompok bisnis Lippo Group menandatangani kerja sama dengan 9 perusahaan internasional, khususnya dalam bidang logistik dan teknologi finansial. 

CEO Lippo Group James Riyadi menuturkan sembilan institusi global yang melakukan penandatanganan MOU hari ini adalah USA Dunham Bush Refrigeration Equipment Inc, Union Space, Rework ,Shanghai Infin Technology, Eshang Rosewood ESR logistic, Nagase Indonesia, Micro Focus, ACSC & CFLP International Logistic, dan Seafirst Technologies.

James menjelaskan total nilai investasi Meikarta senidri diperkirakan mencapai US$300 juta. Dengan komitmen dari perusahaan global asal Amerika Serikat, Inggris, Singapura dan China menjadi pembuktian bahwa perusahaan berhasil memasarkan Meikarta sebagai tempat yang layak untuk investasi.

“Dalam pelaksanaan kerja sama dengan institusi ini, akan mempergunakan lahan seluas 273.000 m2 di kawasan Meikarta untuk dikembangkan menjadi pusat pendidikan, riset, kesehatan, logistik dan lain-lain,” katanya Selasa (20/3).

James menekankan komitmen Lippo Group tetap berfokus pada lima pilar pembangunan, yaitu Innovative Infrastructure & Transportation, High Tech CBD & Research Hub, Business & Commercial Hub, Green Sustainable Living, dan Center for the Arts, Culture & Education.

Ke depannya, Meikarta akan terus melakukan kerja sama dengan berbagai pihak, dalam upaya menjadikan Meikarta sebagai Kota Baru yang modern.

Ketut Budi Wijaya Presiden Meikarta mengatakan pembangunan fisik di Meikarta terus berjalan, dan sampai saat ini, sudah ada beberapa tower yang dibangun secara bersamaan, dan sudah mencapai lima lantai.

Pembangunan Meikarta seluas 22.000.000 m2 tahap pertama sudah dirancang sejak 2014. Pekerjaan fisik sudah dimulai sejak Januari 2016 dengan dibangunnya sekaligus sampai seratus gedung pencakar langit masing-masing 35 sampai 46 lantai. Total pekerja yang akan mencapai 65.000 orang. Kondisi di lapangan menunjukkan dinamika pembangunan seperti pembangunan Shenzhen pada tahap awalnya.

Seperti diketahui Meikarta  dikembangkan dengan infrastruktur dan fasilitas yang dibangun berskala dan bertaraf kualitas dunia, meliputi tujuh pusat perbelanjaan, mal dan komersial dengan total luasan 1.500.000 m2, pusat kesehatan dan rumah sakit internasional, pusat keuangan internasional.

Selain itu, juga sepuluh hotel internasional, perpustakaan nasional, opera theatre & pusat seni, 100 SD internasional dan nasional plus, 50 SMP/SMA nasional dan internasional, tiga universitas nasional, pusat riset industri international, pusat pameran, serta Indonesian Silicon Valley.

Tag : meikarta
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top