Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Awas! Komite Keselamatan Konstruksi Intensif Pantau Tindak Lanjut Hasil Evaluasi

Komite Keselamatan Konstruksi intensif memantau perkembangan hasil tindak lanjut evaluasi yang telah dilakukan kepada 37 proyek konstruksi layang dalam waktu 1 minggu2 minggu ke depan.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 06 Maret 2018  |  09:50 WIB
Pekerja beraktivitas didekat proyek pascarobohnya bekisting pier head pada proyek konstruksi pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di Jalan D I Panjaitan, Jakarta, Selasa (20/2/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar
Pekerja beraktivitas didekat proyek pascarobohnya bekisting pier head pada proyek konstruksi pembangunan jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di Jalan D I Panjaitan, Jakarta, Selasa (20/2/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA — Komite Keselamatan Konstruksi intensif memantau perkembangan hasil tindak lanjut evaluasi yang telah dilakukan kepada 37 proyek konstruksi layang dalam waktu 1 minggu—2 minggu ke depan.

Anggota Subkomite Jalan dan Jembatan Komite Keselamatan Konstruksi (KKK) Iwan Zarkasih mengatakan bahwa dalam 2 pekan pascaevaluasi, komite akan terus memastikan secara intensif bahwa seluruh badan usaha memperbaiki mekanisme kerja sesuai dengan hasil evaluasi proyek.

“Semua kami kontrol terus dan konsistensinya mungkin akan tampak kita lihat pada seminggu—2 minggu lagi. Kalau masih kurang, kami push lagi, paksa terus,” katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Dari 37 proyek yang dievaluasi KKK, sebanyak 32 proyek diberi izin melanjutkan pekerjaan konstruksi layang dengan 8 proyek diizinkan lanjut dengan catatan.  Sisanya, ada tiga proyek yang masih dicantumkan dalam daftar kendati sudah beroperasi dan tidak ada proyek konstruksi, yakni jalan tol kertosono—Mojokerto, Ngawi—Kertosono dan Cinere—Jagorawi.

Sementara itu, satu proyek yakni tol Serang—Panimbang belum melakukan pekerjaan konstruksi layang dan satu proyek yakni jalan tol Serpong—Balaraja belum mengumpulkan berkas dan melakukan presentasi.

Adapun, delapan proyek yang boleh melanjutkan pekerjaan konstruksi layang, tetapi dengan catatan, misalnya, jalan tol Bekasi—Cawang—Kampung Melayu yang dikerjakan PT Kresna Kusuma Dyandra Marga yang harus memfinalisasi design form work dan tol Depok—Antasari yang dikerjakan PT Citra Wasphuttowa yang harus memperbaiki prosedur lifting.

Ketua Subkomite Jalan dan Jembatan KKK Arie Setiadi Moerwanto menambahkan bahwa pemantauan terhadap hasil tindak lanjut evaluasi akan dilakukan terus menerus tanpa ada periode tertentu.

Arahnya, Arie mengatakan bahwa agar pembangunan tetap berjalan aman dan seluruhnya bekerja disipilin sesuai dengan standar operasional yang ada.

“Jadi sampai hasilnya selesai, terus kami lakukan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kecelakaan konstruksi
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top