Petrochina Tetap Siapkan Investasi di Blok Tuban

Petrochina mencatat akan tetap menyiapkan investasi untuk blok Tuban pada periode perpanjangan sementara selama 6 bulan ke depan. Hal itu dilakukan demi menjaga produksi agar tidak mengalami penurunan.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 27 Februari 2018  |  19:09 WIB
Petrochina Tetap Siapkan Investasi di Blok Tuban
Pompa angguk milik Unit Bisnis Pertamina EP Sangasanga Tarakan di sumur minyak Juata, Tarakan, Kalimantan Timur. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA -- Petrochina mencatat akan tetap menyiapkan investasi untuk blok Tuban pada periode perpanjangan sementara selama 6 bulan ke depan. Hal itu dilakukan demi menjaga produksi agar tidak mengalami penurunan.

Vice President Human Resources & Relations Petrochina Maryke P.Y Pulunggono mengatakan, pada masa periode perpanjangan sementara Blok Tuban selama enam bulan, pihaknya bersama PT Pertamina Hulu Energi sebagai pengelola eksis tetap akan menggelontorkan investasi.

"Namun, besaran nilai investasi masih dibicarakan lebih lanjut," ujarnya pada Selasa (27/2/2018).

Direktur Utama PHE R Gunung Sardjono Hadi mengklaim, produksi di blok Tuban tetap terjaga pada kisaran 10.000 barel per hari sampai 11.000 barel per hari.

Pertamina bersama Petrochina menjadi pengelola blok Tuban dengan skema joint body operation (JOB). Pada 28 Februari 2018, Blok Tuban akan habis masa kontraknya.

PT Pertamina (Persero) sudah ditunjuk oleh Kementerian ESDM untuk menjadi pengelola di blok Tuban bersama 7 wilayah kerja terminasi lainnya pada tahun ini.

Namun, Pertamina masih belum menyelesaikan rumusan kontrak baru untuk blok Tuban yang akan habis pada 28 Februari 2018. Untuk itu, Kementerian ESDM memberikan waktu kepada Pertamina selama 30 hari untuk menyusun kontrak baru tersebut.

Demi menjaga produksi Blok Tuban, Kementerian ESDM juga memberikan surat pengelolaan sementara kepada operator eksis di blok Tuban yakni Pertamina dan Petrochina.

Di sisi lain, Pertamina memberikan sinyal akan kembali mengajak mitra eksis untuk mengelola blok Tuban tersebut. Kementerian ESDM pun mendukung rencana langkah Pertamina itu karena dengan kembali menggandeng mitra eksis berarti pengembangan bisa lebih mudah dilakukan.

Sayangnya, Maryke perwakilan dari Petrochina mengaku masih belum mendapatkan kepastian terkait peluang kembali mengelola blok Tuban bersama Pertamina.

"Untuk hal itu, tunggu keputusan pemerintah saja lah," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
petrochina

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top