Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nelayan Cantrang Mau Beralih Alat Tangkap,Tapi...

Nelayan cantrang bersedia beralih alat penangkap ikan selama alat tangkap alternatif itu lebih produktif. Sayangnya, perbankan di Tanah Air belum mendukung.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 18 Januari 2018  |  19:31 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Mensesneg Pratikno (keempat kanan) dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kiri) mendengarkan aspirasi perwakilan nelayan terkait pelarangan penggunaan cantrang di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/1). - ANTARA/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Mensesneg Pratikno (keempat kanan) dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (kiri) mendengarkan aspirasi perwakilan nelayan terkait pelarangan penggunaan cantrang di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/1). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Nelayan cantrang bersedia beralih alat penangkap ikan selama alat tangkap alternatif itu lebih produktif. Sayangnya, perbankan di Tanah Air belum mendukung.

Sekalipun bersikukuh cantrang tidak merusak lingkungan, Rasmijan, salah satu perwakilan nelayan cantrang yang bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, mengatakan nelayan sebenarnya bersedia beralih ke alat tangkap lain selama lebih menguntungkan dari cantrang.

Dia memberi contoh pukat cincin (purse seine) dan pancing. Sebaliknya, berdasarkan pengalaman nelayan asal Pati, Jawa Tengah, itu, jaring insang (gillnet) tidak produktif.

Namun, modal untuk membeli alat tangkap menjadi ganjalan. Di sisi lain, ketentuan perbankan sejauh ini tidak akomodatif terhadap kondisi nelayan, misalnya keterbatasan aset untuk agunan dan kebutuhan tenggang waktu (grace period) cicilan pokok dan bunga selama kapal dimodifikasi.

Padahal, modifikasi kapal membutuhkan waktu berbulan-bulan, termasuk untuk inden alat tangkap dan mencari tukang. Selama itu pula, nelayan tidak melaut dan tidak ada pemasukan.

"Maukah bank memberi pinjaman tanpa agunan? Maukah pinjaman dicicil setelah kapal berangkat [melaut]? Tidak mau," kata Rasmijan, Kamis (18/1/2018).

Ketua Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI) Riyono mengatakan nelayan cantrang menunggu payung hukum atas keputusan pemerintah memperbolehkan mereka melaut kembali.

"Kami berpegang teguh pada pernyataan Presiden, bahwa kami boleh melaut lagi tanpa batas waktu. Kalau Bu Susi [Menteri Kelautan dan Perikanan] menyampaikan lain, kami tidak bisa berkomentar. Kami tetap menunggu 'hitam di atas putih'," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cantrang
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top