Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investasi Hulu Migas 2018 Diharap Tembus US$12 Miliar

Realisasi investasi pada hulu migas pada 2017 dinilai masih terlalu kecil nilainya, terutama untuk blok yang dalam tahap eksplorasi. Pada 2018, SKK Migas pun mematok target investasi pada hulu migas bisa pada kisaran US$12 miliar.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 05 Januari 2018  |  16:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Realisasi investasi pada hulu migas pada 2017 dinilai masih terlalu kecil nilainya, terutama untuk blok yang dalam tahap eksplorasi. Pada 2018, SKK Migas pun mematok target investasi pada hulu migas bisa pada kisaran US$12 miliar.

Dari data SKK Migas, sampai akhir 2017 investasi hulu migas secara keseluruhan senilai US$9,33 miliar. Nilai itu di bawah target yang dipatok berada dikisaran US$12,29 miliar.

Secara rinci, mayoritas realisasi investasi hulu migas masih berada pada blok eksploitasi yang senilai US$9,15 miliar, sedangkan untuk blok eksplorasi baru US$180.000.

Wakil Kepala SKK Migas Sukandar mengatakan, salah satu yang membuat investasi pada hulu migas belum terlalu menggeliat adalah faktor penurunan harga minyak pada periode 2014 sampai 2016. Di sisi lain, belanja modal pada tahun ini sudah harus disiapkan pada tahun-tahun sebelumnya atau bertepatan dengan harga minyak yang sedang anjlok.

“Jadi, berhubung pada perencanaan belanja modal kondisi harga minyak sedang anjlok, jadi belanja modal yang disiapkan pasti turun,” ujarnya dalam jumpa pers pada Jumat (5/1).

Terkait dengan penurunan harga minyak juga, biaya operasional perusahaan migas pun mengalami penurunan.

Sukandar mengungkapkan, pasalnya biaya sewa rig pun akan diturunkan oleh penyedianya ketika harga minyak rendah. Jadi, bisa dibilang di tengah penurunan harga minyak, biaya yang dikeluarkan untuk mengebor satu sumur juga akan lebih murah dibandingkan ketika harga minyak berada dikisaran US$100 per barel.

“Saya dengar harga sewa rig sudah turun separuhnya ketika harga minyak berada di posisi rendah. Jadi, pekerjaannya sama, tetapi dolar AS yang dikeluarkan lebih sedikit kan,” ujarnya.

Sukandar pun berharap, dengan harga minyak saat ini yang berada pada kisaran US$60 per barell bisa mendorong pertumbuhan belanja modal seperti, investasi dan sebagainya.

Dikutip dari Bloomberg, pada perdagangan Jumat (5/1) sampai pukul 15:54 WIB, harga minyak Brent mengalami penurunan sebesar 0,57% menjadi US$67,68 per barel, sedangkan harga minyak WTI juga turun sebesar 0,52% menjadi US$61,69 per barel.

Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Arizon Suardin mengatakan, pada tahun ini, SKK Migas menargetkan investasi hulu migas bisa senilai US$12,6 miliar dengan rincian khusus untuk investasi blok eksplorasi bisa US$810.000.

Sukandar pun menilai, target nominal investasi pada tahun ini cukup besar, harapannya bisa dieksekusi secara keseluruhan.

“Kan masih ada juga proyek yang masih berlangsung seperti, kilang Tangguh Train 3 yang mengeluarkan investasi total senilai US$8 miliar,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hulu migas
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top