Natal dan Tahun Baru Sempat Picu Kenaikan Harga Ayam

Peringatan Natal dan Tahun Baru 2018 menyebabkan harga kebutuhan ayam potong melonjak hingga 10% menyusul permintaan yang ikut meningkat.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 02 Januari 2018  |  15:07 WIB
Natal dan Tahun Baru Sempat Picu Kenaikan Harga Ayam
Ayam potong. - .

Bisnis.com, JAKARTA – Peringatan Natal dan Tahun Baru 2018 menyebabkan harga kebutuhan ayam potong melonjak hingga 10% menyusul permintaan yang ikut meningkat.

Sekretaris Jenderal Gabungan Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi menyebutkan kenaikan ini diakibatkan sejumlah faktor, seperti perubahan cuaca yang tidak menentu sehingga mengakibatkan produktivitas ternak menurun.

“Kami kesulitan karena hujan sehingga produktifitas ayam rendah. Apalagi, kenaikan ini karena kebutuhan ayam saat natal dan tahun baru naik,” kata Sugeng saat dihubungi Bisnis, Selasa (2/1/2018).

Sugeng menyebut pada Desember 2017, harga ayam potong di tingkat peternak berada pada kisaran harga Rp20.000 - Rp21.000. Namun saat memasuki awal tahun 2018, harga tersebut berada di kisaran Rp19.000 – Rp20.000/Kg.

Kondisi ini berbanding terbalik sejak lima tahun lalu, di mana harga ayam potong terus merosot berada di bawah referensi Rp18.000/Kg, yakni Rp15.000 - Rp16.000/Kg di tingkat peternak. Bahkan pada Februari lalu, harga ayam potong turun signifikan di angka Rp12.500/Kg.

Sementara sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27/2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen, harga daging ayam ras untuk acuan pembelian di peternak ditetapkan Rp18.000/Kg dan di tingkat konsumen yakni Rp32.000/Kg.

Kita berharap harga acuan [Rp18.000/Kg] inilah yang dijadikan panduan pemerintah. Oleh karenanya pentingnya Permendag 27 Tahun 2017 ini benar-benar diimplementasikan,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peternak ayam

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top