3 Proyek Pembangkit di Jawa Dikebut

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tengah memfokuskan konstruksi tiga unit pembangkit listrik di wilayah Jawa bagian barat dengan total kapasitas 1.615 megawatt (MW) yang ditargetkan beroperasi pada 2019.
Gemal AN Panggabean | 28 November 2017 17:19 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan fasilitas Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Panglima Besar Soedirman PT Indonesia Power Unit Pembangkitan (UP) Mrica di Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (25/7). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) tengah memfokuskan konstruksi tiga unit pembangkit listrik di wilayah Jawa bagian barat dengan total kapasitas 1.615 megawatt (MW) yang ditargetkan beroperasi pada 2019.

Tiga pembangkit ini merpakan bagian megaproyek 35.000 megawatt (MW) yang merupakan porsi PLN. Pembangkit tersebut ialah Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa 2 berkapasitas 800 MW, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar berkapasitas 315 MW dan PLTU Muara Karang 500 MW.

General Manager Unit V PLN Jawa Bagian Barat Robert Aprianto Purba mengatakan, proyek PLTGU Jawa 2 dan PLTU Lontar sudah masuk tahap konstruksi. Sementara, PLTU Muara Karang ditargetkan konstruksi pada awal 2018.

"Kami tengah memfokuskan pembangunan tiga pembangkit ini untuk beroperasi pada 2019. Saat ini, belum ada kendala," katanya menjawab bisnis di Jakarta, Selasa (28/11).

Khusus di proyek PLTGU Jawa 2, PLN dan Mitsubishi Corporation meresmikan pemasangan gas turbine. Adapun spesifikasi gas turbine tersebut ialah: dengan nama MHPS Takasagi, tipe M701F4 dengan power output 299.500 kilowatt, kecepatan 3000 RPM, heat rate nate mencapai 2.237,5 kCal per kilo watthour.

Robert mengatakan, pembangunan turbin tersebut menggunakan teknologi mutakhir dan lebih ramah lingkungan. Turbin tersebut ditargetkan beroperasi pada Mei 2018.

Tag : pltgu
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top