Tinggalkan PLN, Nicke Widyawati Ditunjuk Jadi Direktur SDM Pertamina

Nicke Widyawati yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengadaan Strategis 1 PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), kini ditunjuk menjadi Direktur Sumber Daya Manusia di PT Pertamina (Persero).
Duwi Setiya Ariyanti | 27 November 2017 16:14 WIB
Dari Kanan-Kiri: Pemred Bisnis Indonesia Arif Budisusilo. Direktur Perencanaan Korporat PT PLN (Persero) Nicke Widyawati. Jarman Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Muhammad Effendi dari PT Bhimasena Power Indonesia, Pengamat Febby Tumiwa - Linda T. Silitonga/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Nicke Widyawati yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengadaan Strategis 1 PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), kini ditunjuk menjadi Direktur Sumber Daya Manusia di PT Pertamina (Persero).

Berdasarkan keterangan resminya, Nicke resmi menduduki jabatan di Pertamina melalui penyerahan Salinan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina Nomor : SK-256/MBU/11/2017 tentang Pengangkatan Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina. Adapun, penyerahan surat keputusan dilakukan di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro mengatakan Pertamina membutuhkan sosok yang mumpuni untuk mengatur direktorat SDM. Alasannya, Pertamina memerlukan peningkatan kualitas SDM dengan sejumlah tantangan ke depan. Di 2018, katanya, perseroan menghadapi proses alih kelola Blok Mahakam dan realisasi proyek-proyek penambahan kapasitas kilang.

“Tahun 2018, wilayah kerja Mahakam sudah mulai dikelola oleh Pertamina, Direksi dan Dekom agar dapat memanfaatkan momentum ini sehingga meningkatkan profitabilitas PT Pertamina dengan menjaga tingkat produksi dan lifting migas tetap optimal. Selain itu, realisasi Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia agar dapat di speed up sehingga membantu fleksibilitas teknis pengolahan Pertamina," ujarnya, Senin (27/11/2017).

Adapun, pengelolaan SDM menjadi penting karena perseroan harus mampu menyediakan produk berkualitas secara konsisten, terus-menerus dan efisien. Dari sisi ukuran, Pertamina, menurutnya, merupakan salah satu BUMN terbesar di Indonesia.

Dari data per 30 September 2017, dengan wilayah usaha meliputi seluruh Indonesia dan luar negeri dengan total aset sekitar US$49,76 miliar, 21,8% di antaranya merupakan aset tetap dan laba sebesar US$1,99 miliar.

Pertamina, kata Aloysius, memiliki peran sebagai perpanjangan tangan Pemerintah, Pertamina menyediakan produk bahan bakar bagi masyarakat yang didukung sekitar 22.000 karyawan dari hulu hingga penunjang migas. Penunjukkan Nicke, tutur Aloysius, diharapkan bisa memberikan nilai tambah dan segera bersinergi dengan direksi lainnya.

Dengan demikian, susunan direksi Pertamina yakni Direktur Hulu Syamsu Alam, Direktur Gas Yenni Andayani, Direktur Pemasaran Muchamad Iskandar, dan Direktur Pengolahan Toharso. Kemudian, Dwi Wahyu Daryoto menduduki jabatan Direktur Manajemen Aset Perusahaan, Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Gigih Prakoso, Direktur Keuangan Arief Budiman dan Direktur Megaproyek dan Petrokimia Ardy Mokobombang.

"Direksi yang baru diharapkan dapat segera bersinergi dengan Direksi lainnya."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pln

Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top