Pabrikan Terus Meningkatkan Investasi

Pelaku bisnis terus menangkap peluang dari pertumbuhan industri pada tahun ini dengan meningkatkan investasi.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 27 November 2017 17:12 WIB
Ilustrasi kegiatan industri manufaktur - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Pelaku bisnis terus menangkap peluang dari pertumbuhan industri pada tahun ini dengan meningkatkan investasi.

I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), menyampaikan pertumbuhan sektor manufaktur mengalami peningkatan signifikan. Hal ini diperoleh dari kenaikan permintaan produk secara domestik maupun global. Peningkatan tersebut mendorong industri nasional untuk lebih banyak menggunakan bahan baku lokal.

Impor bahan baku yang kerap memerlukan waktu lebih lama membuat pabrikan beralih ke bahan baku lokal. Ini juga dilakukan agar pabrikan dapat mengerjakan order lebih cepat.

Menurut Badan Pusat Statistik, pertumbuhan industri nasional pada kuartal ketiga 2017 mencapai 5,49%. Adapun pertumbuhan industri ini berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,06% pada periode sama tahun ini.

Dia menambahkan peningkatan permintaan domestik dan global ini berdampak pada industri nasional akan semakin berkembang. Perkembangan tersebut memacu pemerintah untuk lebih banyak mendatangkan para investor melalui insentif yang ditawarkan seperti tax allowance dan tax holiday.

Sementara itu, untuk mendukung pertumbuhan industri nasional yang berkelanjutan maka PT Pamerindo Indonesia menyelenggarakan pameran bertajuk Manufacturing Indonesia 2017. Acara ini akan mempertemukan para pemangku kepentingan industri di sektor otomotif, komponen pendukung otomotif, permesinan, logistik, dirgantara, elektronik, dan lainnya.

Manufacturing Indonesia 2017 akan berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta pada 6—9 Desember 2017. Pada tahun ini pameran ini akan diikuti oleh 1.800 perusahaan dari 30 negara. 

Maysia Stephanie, Project Director Pamerindo Indonesia, mengatakan acara ini merupkan ajang untuk saling bertukar informasi dan teknologi di sektor industri. Pameran akan dihadiri sebanyak 36.000 pengunjung.

"Harga produk di pameran bervariatif dari senilai Rp100.000 hingga mencapai miliaran rupiah," kata Maysia tanpa menyebutkan target transaksi yang dicapai tahun ini dalam acara konferensi pers Pamerindo Indonesia di Jakarta, Senin (27/11/2017).

Ditemui pada waktu yang sama, Hadi Suryadipraja, Sekjen Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), menyampaikan permintaan komponen pendukung otomotif pada tahun ini bertumbuh. Industri komponen pendukung otomotif pada tahun ini diperkirakan meningkat sebanyak 5% hingga 10%.

Pembangunan infrastruktur secara besar-besaran yang dilakukan pemerintah akan memicu pertumbuhan transportasi Tanah Air. "Sampai saat ini, penjualan mobil naik hingga 4,7% secara nasional, peningkatan tersebut yang menjadi peluang bagi industri komponen otomotif untuk memasok kebutuhan manufaktur roda empat atau lebih ini," imbuhnya.

Hadi menilai jika pameran ini bisa menjadi jembatan bagi industri komponen otomotif untuk lebih dekat dengan pabrikan klien seperti yang berasal dari Jepang, Korea, China dan sebagainya. "Kami yakin industri otomotif akan bertumbuh terus dan ini yang menjadi penopang kami untuk bertahan di bisnis ini," ungkapnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
manufaktur

Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top