Produktivitas Pabrik dan Petani Garam Rendah

Produktivitas pabrik dan petani garam di Indonesia yang masih rendah memicu kekurangan pasokan garam industri dan konsusi di Tanah Air.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 23 November 2017 00:53 WIB
Petani garam di Kabupaten Nagekeo, NTT - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA –  Produktivitas pabrik dan petani garam di Indonesia yang masih rendah memicu kekurangan pasokan garam industri dan konsusi di Tanah Air.

Rerata produksi nasional hanya mencapai sekitar 1,7 juta — 2 juta ton per tahun, sedangkan kebutuhan nasional mencapai 4,2 juta ton per tahun, yang didominasi oleh garam industri.

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memperkirakan luas lahan yang dimiliki oleh petani garam mencapai 24.000  – 25.000 hektare (ha), sedangkan PT Garam  hanya memiliki 5.340 ha lahan.

Produktivitas PT Garam diperkirakan berada pada kisaran 80 — 100 ton per ha, sedangkan petani garam hanya bisa menghasilkan 60 — 80 ton per ha.

Menurut  Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia  produktivitas dan ketersediaan lahan baru  kunci utama kemandirian garam nasional.

"Kalau PT Garam  menggadeng sebagian besar petani garam,  produksi nasional bisa ditingkatkan,"  Ketua Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI), Tony Tanduk, di Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garam

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top