Pengadaan Kapal Tol Laut Diharapkan Berkesinambungan

Industri galangan kapal nasional berharap pesanan pembuatan kapal untuk program tol laut dapat berkelanjutan mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan masih membutuhkan banyak kapal berbagai jenis untuk meyukseskan program tersebut.
Akhmad Mabrori | 20 November 2017 12:19 WIB
Ilustrasi kapal yang termasuk program tol laut - Antara/Kornelis Kaha

Bisnis.com, JAKARTA - Industri galangan kapal nasional berharap pesanan pembuatan kapal untuk program tol laut dapat berkelanjutan mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan masih membutuhkan banyak kapal berbagai jenis untuk meyukseskan program tersebut.

Ketua Umum Ikatan Perusahaan Galangan Kapal dan Industri Lepas Pantai Indonesia (Iperindo), Edy K. Logam mengatakan saat ini industri galangan kapal nasional sudah lebih siap dan mampu melayani pesanan pembangunan kapal Pemerintah, BUMN pelayaran maupun swasta, karena fasilitas yang dimiliki galangan kapal nasional juga tidak kalah dengan galangan kapal di luar negeri.

Di sisi lain, kata dia, kondisi sejumlah fasilitas galangan kapal di luar negeri sedang terpuruk lantaran mengalami penurunan kegiatan secara global.

“Trennya galangan kapal di luar negeri seperti di Jepang, Korea, Thailand dan Malaysia sedang terpuruk. Mestinya galangan dalam negeri disupport pemerintah sehingga dalam 5 --6 tahun ke depan RI bisa jadi basis produksi industri kapal. Fenomena ini mesti ditangkap sebagai peluang dan potensi di dalam negeri.,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (20/11/2017).

Edy mengungkapkan, dengan bergulirnya program tol laut saat ini, industri galangan dalam negeri semakin lebih banyak belajar untuk menyeimbangkan antara cost produksi, sumber daya manusia, dan delivery.

Dia mengatakan, RI sebagai negara kepulauan pasti mebutuhkan banyak kapal, namun yang terpenting perencanaannya dalam menyediakan kapal itu mesti baik, sehingga tidak ada lagi BUMN pelayaran seperti Pelni yang justru memesan kapal ke luar negeri .

Hitung-hitunganya, imbuhnya, berapa besar kebutuhan kapal didalam negeri dalam beberapa tahun kedepan seharusnya sudah bisa di petakan bersama oleh Pemerintah, BUMN Pelayaran, BUMN Pelindo maupun PT.ASDP/Indonesia Ferry.

Misalnya, kata dia, dengan asumsi tingkat pertumbuhan ekonomi pertahun, kita butuh berapa kapal. Kalau kita butuh lima kapal, ya minimal kita bisa realisasikan bangun tiga atau empat kapal sehingga ada upaya dan kemauan bersama membangun kapa-kapal itu di dalam negeri bukan di luar negeri.

“Sebab kalau beli kapal ke luar negeri kita kehilangan devisa, kalau bangun di dalam negeri justru membangun lapangan kerja. Disis Iain, saat ini kita bergantung pada BUMN dan pemerintah yang sedang butuh kapal seperti kapal patroli, navigasi, perintis dan kapal lainnya berbagai jenis. Jadi kalau kita ada kebutuhan mendadak kan gak harus beli ke luar negeri, bisa lah sewa saja sementara,” ujarnya.

Edy juga mengatakan, saat ini Iperindo giat melakukan konsolidasi dalam rangka penguatan organisasi dan perusahaan industri galangan kapal di dalam negeri agar bisa terus berkolaborasi dengan pemerintah dan BUMN maupun swasta untuk lebih memberdayakan potensi industri galangan kapal nasional. (k1)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Tol Laut

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top