Pan Brothers Perkuat Anak Usaha

Produsen garmen PT Pan Brothers Tbk. akan menambah dua pabrik di anak usaha, termasuk PT Eco Smart Garment Indonesia, dengan tambahan kapasitas sebesar 21 juta helai per tahun.
Annisa Sulistyo Rini | 19 November 2017 21:28 WIB
Pabrik Pan Brothers - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA— Produsen garmen PT Pan Brothers Tbk. akan menambah dua pabrik di anak usaha, termasuk PT Eco Smart Garment Indonesia, dengan tambahan kapasitas sebesar 21 juta helai per tahun.

Hasilnya, total kapasitas menjadi 48 juta helai per tahun. Pabrik ini direncanakan mulai berproduksi komersial pada tahun depan.

Iswar Deni, Corporate Secretary Pan Brothers, mengatakan perusahaan berencana menambah kapasitas dengan pembangunan satu pabrik baru di bawah bendera PT Teodore Pan Garmindo yang berlokasi di Tasikmalaya dan ditargetkan selesai pada akhir 2018. Pabrik ini memiliki kapasitas terpasang sebesar 6 juta potong garmen per tahun.

“Kapasitas terpasang untuk garmen kami di akhir 2017 akan naik dari 90 pieces juta per tahun menjadi 111 juta pieces per tahun. Tahun depan naik lagi menjadi 117 juta potong garmen per tahun,” ujarnya.

Badan Pusat Statistik mencatat selama periode Januari-Oktober 2017 ekspor pakaian jadi mencapai US$3,42 miliar atau naik 7,18% secara tahunan dari US$3,19 miliar pada periode yang sama tahun lalu. 

Pan Brothers merupakan perusahaan tekstil berorientasi ekspor. Sebanyak 95% hingga 97% dari produksi dikirim ke luar negeri. Produk Pan Brothers sebagian besar dikirim ke negara-negara Asia dengan porsi sebesar 56%, diikuti negara-negara di Amerika sebesar 26%, dan sisanya ke negara-negara di Eropa.

Lebih jauh, Iswar berharap pemerintah dapat memperbanyak perjanjian dagang dengan negara lain untuk meningkatkan kinerja ekspor produk tekstil dalam negeri.

"Kami harap pemerintah dapat memperbanyak bilateral agreement mengenai tarif," katanya.

Saat ini ekspor tekstil dan produk tekstil Indonesia dinilai masih kecil dibandingkan negara lain. Pada tahun lalu ekspor tekstil dari pabrikan nasional sebesar 1,8% dari pasar tekstil dan produk tekstil dunia. Pabrikan garmen dalam negeri ditargetkan memasok 5% dari kebutuhan tekstil dan produk tekstil dunia pada 2030.

Dengan free trade agreement, Iswar berpendapat ekspor ke negara lain akan lebih mudah dan harga produk Indonesia bisa bersaing karena saat ini bea masuk ke negara-negara lain itu bisa berkisar dari 8% hingga 30%.

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pan brothers

Editor : Ratna Ariyanti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top