Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

10 Juta Warga AS Akan Terpengaruh Perubahan Iklim Pada 2075

Sebanyak sepuluh juta warga Amerika diperkirakan akan terdampak secara substansial oleh perubahan iklim pada tahun 2075. Hal ini sekaligus akan menyebabkan lonjakan pada besaran pengeluaran bencana pemerintah.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 03 November 2017  |  09:01 WIB
10 Juta Warga AS Akan Terpengaruh Perubahan Iklim Pada 2075
Ilustrasi perubahan iklim - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Sebanyak sepuluh juta warga Amerika diperkirakan akan terdampak secara substansial oleh perubahan iklim pada tahun 2075. Hal ini sekaligus akan menyebabkan lonjakan pada besaran pengeluaran bencana pemerintah.

Peningkatan lima kali lipat pada jumlah warga yang terkena dampak akan diakibatkan oleh naiknya permukaan laut, badai yang lebih kuat, serta lebih banyak pembangunan di sepanjang pantai.

Kantor anggaran kongres AS, Congressional Budget Office (CBO), memperkirakan bahwa pengeluaran bencana federal akan tumbuh dari US$28 miliar menjadi US$39 miliar secara tahunan dalam hitungan dolar berlaku saat ini.

Namun upaya untuk membatasi emisi mungkin tidak banyak berpengaruh selama periode tersebut. Menurut CBO, alih-alih mencoba mengurangi emisi karbon, pemerintah federal harus membuat penduduk yang tinggal di wilayah pesisir menanggung lebih banyak risiko finansial.

“Upaya global yang terkoordinasi dapat mengurangi kerusakan badai antara sekarang dan 2075, namun hasilnya tidak pasti,” tulis analis CBO dalam laporannya, seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (3/11/2017).

“Kenaikan permukaan laut relatif tidak sensitif terhadap perubahan emisi dalam beberapa dekade mendatang,” lanjutnya.

Pengeluaran federal yang lebih besar untuk tindakan perlindungan, seperti dinding laut atau perluasan pantai, juga dinilai bukan merupakan solusi hemat biaya.

Laporan tersebut mencatat bahwa sementara proyek mitigasi masa lalu telah mengurangi biaya bencana, sulit untuk mengetahui jenis proyek mana yang akan menghemat uang, atau berapa banyak. Terlebih, ada risiko bahwa proyek semacam itu akan mendorong pembangunan di daerah-daerah yang rentan.

Menurut laporan tersebut, cara yang lebih efektif untuk mengurangi pengeluaran federal adalah mendorong individu dan pejabat lokal untuk menanggung lebih banyak biaya dari keputusan mereka tentang di mana harus melakukan pembangunan.

Hal ini mengacu pada premi asuransi banjir yang lebih tinggi sehingga membuatnya lebih sulit untuk mendapatkan bantuan bencana federal.

“Selama rumah tangga, bisnis, dan pemerintah negara bagian dan lokal di wilayah pesisir tidak menanggung biaya kerusakan topan, pertumbuhan tersebut disubsidi oleh pembayar pajak AS,” papar CBO.

“Biaya peralihan akan meningkatkan insentif bagi entitas swasta dan publik untuk mengambil tindakan membatasi perkiraan kerusakan,” tambahnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perubahan iklim
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top