Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menperin Dukung Usulan Direct Flight Jakarta-Nagoya

Pemerintah sedang mendalami usulan Gubernur Prefektur Aichi, Jepang, Hideaki Ohmura untuk membuka penerbangan langsung antara Jakarta dan Nagoya.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 22 Oktober 2017  |  15:50 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan sambutan dalam Indonesia Investment Business Forum di Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang pada Kamis (19/10) - Ana Noviani
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan sambutan dalam Indonesia Investment Business Forum di Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang pada Kamis (19/10) - Ana Noviani

Bisnis.com, NAGOYA--Pemerintah sedang mendalami usulan Gubernur Prefektur Aichi, Jepang, Hideaki Ohmura untuk membuka penerbangan langsung antara Jakarta dan Nagoya.

"Usulan tersebut sedang kami bicarakan dengan perusahaan-perusahaan penerbangan, baik perusahaan pemerintah, BUMN, maupun swasta," ujar Menteri Perindustrian dalam sambutan Indonesia Investment Business Forum di Nagoya, Jepang, pekan lalu.

Menurutnya, akses penerbangan langsung antara Jakarta dan Nagoya berpotensi mendorong hubungan bisnis antara industri manufaktur di Jepang dengan Indonesia.

Pasalnya, Nagoya merupakan kawasan yang berkontribusi besar bagi industri manufaktur di Jepang dengan kluster industri otomotif dan komponennya, industri penerbangan, serta industri elektronik yang berkembang pesat.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga juga mengapresiasi rencana Nagoya Chamber of Commerce and Industry untuk membuka kantor perwakilan di Jakarta dalam waktu dekat. Langkah tersebut diyakini akan memfasilitasi hubungan bisnis antara pelaku industri dari kedua negara dengan lebih baik.

"Tadi malam [Kamis (19/10)] saya berdiskusi dengan Nagoya Chamber of Commerce berkomitmen mempermudah investasi maupun partnership di Indonesia," imbuh Airlangga.

Menperin memaparkan industri manufaktur bukan hal baru di Indonesia. Kontribusi industri terhadap PDB Indonesia mencapai lebih dari 20% sehingga Indonesia menduduki peringkat keempat setelah Korea Selatan (29%), Tiongkok (27%), dan Jerman (23%).

Apabila mengacu pada data UNIDO, lanjutnya, Indonesia masuk ranking kesembilan dalam manufacturing value added dengan nilai US$225 miliar.

"Kami punya value chain, market, dan punya kemampuan mengembangkan inovasi. Tinggal memperkuat struktur industri dengan kerjasama teknologi dan inovasi dengan negara-negara potensial, seperti Jepang," ucap Airlangga.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penerbangan menperin
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top