Pengembangan Koperasi, Mahasiswa Diusung Sebagai Ikon Rebranding

Mahasiswa diharapkan menjadi ikon rebranding koperasi di tengah upaya menarik generasi muda untuk lebih terlibat dalam lembaga tersebut
Annisa Margrit | 29 Agustus 2017 21:53 WIB
Ilustrasi. - .Antara

 

Bisnis.com, JAKARTA--Mahasiswa diharapkan menjadi ikon rebranding koperasi di tengah upaya menarik generasi muda untuk lebih terlibat dalam lembaga tersebut.

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengatakan mahasiswa dan generasi milenial tidak bisa diperkenalkan kepada koperasi melalui ceramah, seminar, atau workshop. Untuk itu, Kementerian Koperasi dan UKM tengah merancang cara yang efektif.

"Tujuan rebranding itu agar generasi muda tahu, paham, dan tertarik berkoperasi. Karena generasi milenial usia 17-30 tahun yang jumlahnya bisa mencapai 60% dari total penduduk Indonesia tidak paham dan tidak tertarik akan koperasi," papar dia dalam dialog dengan anggota Koperasi Mahasiswa (Kopma) Universitas Gajah Mada (UGM) seperti dikutip Bisnis dari pernyataan resmi yang diterima Selasa (29/8/2017).

Program Reformasi Total Koperasi disebut sebagai langkah awal rebranding. Program ini diharapkan dapat memunculkan koperasi-koperasi berkualitas sehingga dapat membukakan mata generasi muda terhadap peran koperasi sebagai salah satu tulang punggung ekonomi nasional.

Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) mencatat kontribusi koperasi terhadap PDB Indonesia adalah 3,9%.

Puspayoga menyatakan sebenarnya sudah banyak koperasi yang memiliki aset ratusan miliar rupiah hingga triliunan rupiah. "Termasuk Kopma, bila dikelola dengan baik dan benar bukan tidak mungkin bisa menjadi besar," sebut dia.

Kehadiran tenaga profesional untuk dijadikan manajer koperasi dipandang efektif untuk mengerek kinerja, seperti yang dilakukan oleh Koperasi Srikandi di Purworejo, Jawa Tengah. Koperasi tersebut telah menjadi binaan Lotte Mart sehingga produk buatannya dapat dipasarkan di jaringan ritel modern itu, bahkan hingga ke cabang di Korea Selatan.

Kopma UGM memiliki anggota sebanyak 1.064 mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas di perguruan tinggi itu. Sebagai Kopma, koperasi ini memunyai beberapa unit usaha seperti swalayan, bisnis logistik bekerja sama dengan JNE dan PT Pos Indonesia (Persero), konveksi untuk keperluan kampus dan sekolah di sekitar UGM, serta kafetaria di lingkungan kampus.

"Kami juga baru mengembangkan program yang dinamakan Wirausaha Anggota, di mana Kopma mendorong anggota untuk menjadi wirausaha," ungkap Ketua Kopma UGM Akhmad Faqihuddin.

Mengacu pada data Kementerian Koperasi dan UKM, saat ini terdapat 212.000 koperasi di seluruh Indonesia. Namun, dari jumlah itu sebanyak 62.000 di antaranya tidak aktif dan telah dibekukan oleh pemerintah. Dengan demikian, hanya 155.000 koperasi yang diklaim masih aktif.

Dalam World Cooperative Monitor (WCM) Rankings 2014 yang dikeluarkan International Cooperative Alliance (ICA), dari 300 koperasi yang masuk dalam daftar hanya ada satu koperasi asal Indonesia yang tercatat yaitu Koperasi Warga Semen Gresik. Koperasi tersebut berada pada posisi 183, naik dari posisi 232 pada setahun sebelumnya, dengan omzet sebesar US$64.741,57. 

Tag : koperasi
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top