Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Gandeng Tsingshan, Eramet Lanjutkan Pembangunan Smelter

Eramet SA, grup pertambangan logam asal Prancis, akan melanjutkan proyek smelter nikelnya di Indonesia melalui anak usahanya, PT Weda Bay Nickel.
Tsingshan/istimewa
Tsingshan/istimewa

Bisnis.com, JAKARTA--Eramet SA, grup pertambangan logam asal Prancis, akan melanjutkan proyek smelter nikelnya di Indonesia melalui anak usahanya, PT Weda Bay Nickel.

Kelanjutan pembangunan tersebut dinyatakan setelah ada kepastian masuknya Tsingshan Group, produsen stainless steel asal China, untuk bekerja sama.

Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, smelter yang dibangun akan memiliki kapasitas 30.000 ton nikel per tahun. Adapun hasil pemurniannya diharapkan bisa dijual mulai 2020.

Dengan adanya kerja sama ini, Tsingshan akan menjadi pemegang saham mayoritas di Strand Minerals dengan kepemilikan 57%. Sisanya sebesar 43% tetap dimiliki Eramet.

Adapun Strand Minerals merupakan pemegang 90% saham Weda Bay. Sisanya dimiliki PT Antam (Persero) Tbk.

Sementara itu, Kementerian ESDM menyatakan belum mendapat rincian rencana kerja smelter tersebut.

"Rencana smelter baru yang melibatkan Tsingshan baru di Morowali," tutur Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Kementerian ESDM Bambang Susigit kepada Bisnis, Rabu (2/8/2017).

Kendati telah berkomitmen membangun smelter, Weda Bay yang berstatus Kontrak Karya tetap tidak bisa mengekspor bijih nikel kadar rendahnya.

Pasalnya, sesuai Peraturan Pemerintah No. 1/2017, hanya pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan IUP Khusus saja yang bisa mengekspor mineral yang belum dimurnikan hingga 2022.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Lucky Leonard
Editor : Rustam Agus

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper