Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembangkit Listrik Tenaga Uap, PTBA Bangun 3.200 MW

PT Bukit Asam Tbk (Persero) tengah membangun lima pembangkit listrik tenaga uap dengan total kapasitas 3.200 MW dimana tiga dari lima pembangkit menggunakan skema mine to mouth atau mulut tambang.
Gemal AN Panggabean
Gemal AN Panggabean - Bisnis.com 01 Agustus 2017  |  18:14 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Uap, PTBA Bangun 3.200 MW
Ilsutrasi PLTU
Bagikan
Bisnis.com, JAKARTA-- PT Bukit Asam Tbk (Persero) tengah membangun lima pembangkit listrik tenaga uap dengan total kapasitas 3.200 MW dimana tiga dari lima pembangkit menggunakan skema mine to mouth atau mulut tambang. 
 
 
Emiten berkode saham PTBA tersebut tengah mempercepat amandemen kontrak perjanjian jual beli tenaga listrik atau power purchase agreement (PPA) dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk pembangunan PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 di Muara Enim Sumatra Selatan. 
 
 
Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin mengungkapkan, percelatan amandemen tersebut dilakukan untuk mengejar target konstruksi pada akhir tahun dan commercial operational date (COD) pada tahun 2021. 
 
 
"Amandemen PPA dengan PLN mengenai perubahan transmisi HVDC [high voltage dirrect current] dari Jawa ke Sumatra. Karena sebelumnya HVDC direncanakan dari Sumatra ke Jawa," katanya saat menggelar konferensi pers, belum lama ini. 
 
 
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Iganasius Jonan meminta kabel HVDC dipindahkan dari semula dari Sumatra menuju ke Jawa berubah menjadi dari Jawa ke Sumatra. Hal ini diputuskan mengingat Jawa sudah kelebihan pasokan listrik. 
 
 
Amandemen PPA tersebut juga membahas tentang kapasitas pembangkit yang akan dibangun. 
Kedua perusahaan tersebut telah menyepakati untuk membangun pembangkit berkapasitas 2x620 megawatt (MW) meski PLN sempat meminta kapasitas 3x400 MW. 
 
 
Arviyan menjelaskan, proyek tersebut dibangun bersama China Huadian. Anak perusahaan PTBA PT Huadian Biukit Asam Power telah mendatangani loan agreement senilai US$1,2 miliar dengan The Export-Import Bank of China (Cexim). 
 
 
"Pembangunan pembangkit ini sejalan dengan pembangunan transmisi dari New Aur Duri, Jambi ke Muara Enim. PLN telaj menunjuk PT Waskita Karya dalam pembangunan proyek itu."
 
 
Selain PLTU Mulut Tambang Sumsel 8, PTBA juga akan membangun PLTU Mulut Tambang Peranap yang terletak di Indragiri Hulu, Riau dengan kapasitas 2x300 MW. Pembangkit ini memanfaatkan lebih dari 4 juta ton produksi batu bara per tahun di tambang Peranap. 
 
 
"PLTU ini akan menggunakan teknologi proven yang dapat membangkitkan tenaga listrk dengan harga kompetitif sesuai aturan pemerintah. Saat inibtengah menujggu RUPTL," kata Arviyan. 
 
 
Kemudian, PTBA bekerjasama dengan PLN untuk membangun PLTU LTU Mulut Tambang Sumsel 6 dengan kapasitas 2x300 mw di Tanjung Enim. Pembangkit ini akan memanfaatkan total produksi batu bara di Tambang Tanjung Enim dengan mencapai 3 juta ton per tahun.
 
 
Tak hanya PLTU Mulut Tambang, sambung Arviyan, PTBA juga akan membangun PLTU Halmahera Timur dengan kapasitas 2x40 mw. PTBA akan menyediakan pasokan listrik untik pabrik baru feronikel smelter milik PT Aneka Tambang yang terletak di Halmahera Timur, Maluku Utara. 
 
 
Perusahaan juga akan membangun PLTU Kuala Tanjung dengan kapasitas 2x350 MW untuk menyediakan pasokan listrik pabrik ekspansi alumunium smelter PT Inalum. Pembangkit ini ditargetkan beroperasi pada 2021. 
 
 
Diberitakan sebelumnya, PTBA
berharap mendapatkan tambahan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PTLU) mulut tambang di atas 1.000 megawatt (MW) dari lelang yang akan segera dibuka mulai tahun ini.
 
 
Adapun PT PLN (Persero) menyatakan akan melelang pembangkit listrik dengan total kapasitas 6.000 MW di seluruh daerah di sisa tahun ini. Lelang akan diperbanyak untuk PLTU mulut tambang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pltu bukit asam
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top