Antisipasi Bencana, PUPR Bentuk Pusat Pemantauan Kondisi Jalan Nasional

Dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan mudik Lebaran 2017 dan peningkatan kualitas pengawasan pemeliharaan jalan nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengembangkan berbagai inovasi teknologi.
Tim Jelajah Jawa-Bali 2017 | 28 Juni 2017 16:29 WIB
Ilustrasi - Kendaraan pemudik terjebak antrean pada H-3 Lebaran di jalur selatan, Kampung Lewo, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (22/6). Antrean kendaraan pemudik di jalur selatan menuju Jawa Tengah itu disebabkan adanya aktivitas Pasar Lewo dan Pasar Malangbong di Kabupaten Garut. ANTARA FOTO - Adeng Bustomi

Bisnis.com, PACITAN -- Dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan mudik Lebaran 2017 dan peningkatan kualitas pengawasan pemeliharaan jalan nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mengembangkan berbagai inovasi teknologi.

Salah satu inovasi Kementerian PUPR adalah memanfaatkan Situation Room Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, yang difungsikan menjadi Pusat Pemantauan Kondisi Jalan Nasional (PPKJN).

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimoeljono mengatakan pemantauan dilakukan terutama di ruas yang menjadi jalur mudik untuk antisipasi terjadinya kerusakan dan daerah rawan bencana seperti longsor dan ambles.

PPKJN dimanfaatkan untuk mengetahui kondisi lalu lintas secara real time dan secara berkala dikordinasikan dengan petugas di 340 Posko Siaga Sapta Taruna Bina Marga yang ada di beberapa titik ruas jalan nasional.

Informasi arus lalu lintas dan kondisi jalan yang didapat PPKJN berasal dari CCTV milik kepolisian yang tersebar di sekitar 300 titik pos polisi yang dilewati ruas jalan nasional.

Posko siaga tersebut berada di bawah koordinasi Kementerian Perhubungan bersama dengan Korlantas Polri, Basarnas, Kementerian Kesehatan dan Badan Meterologi Klimatologi Geofisika (BMKG).

"Posko dilengkapi alat berat, material dan operator sehingga apabila terjadi sesuatu, bisa cepat ditangani. Mudah-mudahan dengan koordinasi lebih baik kondisi mudik pun lebih baik daripada tahun lalu," ujarnya dalam siaran pers, Rabu (28/6/2017).

Direktur Pengembangan Jaringan Jalan, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Rachman Arief Dienaputra menuturkan sesuai arahan Menteri PUPR, PPJKN tersebut tidak hanya memantau jalan nasional, namun juga diterapkan di jalan tol, terutama yang fungsional.

“PPJKN ini digunakan untuk memantau kondisi kepadatan lalu lintas yang ada di jalur-jalur mudik. Untuk di Pulau Jawa, PPJKN terkoneksi dengan Nasional Traffic Management Center Kepolisian di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur sampai Bali,” katanya.

PPKJN dilengkapi dengan beberapa layar monitor yang menunjukan kondisi real time lalu lintas di sejumlah titik jalan nasional dan juga memantau informasi dari aplikasi teknologi pemantau jalan yang dikembangkan Kementerian PUPR seperti Jalan Kita dan Sistem Informasi Dini Lalu Lintas (SINDILA) hasil pengembangan Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan (Pusjatan).

Tim peliput: Agne Yasa, David Eka Issetiabudi, Feri Kristianto, Yanita Petriella

Sumber : Tim Jelajah

Tag : Kementerian PUPR
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top