Penjualan Unilever Naik 8,6%

Unilever mencatatkan pertumbuhan penjualan 8,6% pada kuartal I/2017 dibandingkan dengan periode sama tahun lalu karena harga bahan baku yang stabil.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 22 Juni 2017 01:05 WIB

Bisnis.com ,TANGERANG -- Unilever mencatatkan pertumbuhan penjualan 8,6% pada kuartal I/2017 dibandingkan dengan periode sama tahun lalu karena harga bahan baku yang stabil.

Sancoyo Antarikso, Governance and Corporate Affairs Director PT Unilever Indonesia Tbk. mengatakan pada kuartal I/2017, ada berbagai faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penjualan perusahaan.

Menurutnya, kenaikan ini terjadi karena harga bahan baku yang yang dinilai relatif stabil dan nilai tukar rupiah terhadap dolar tidak mengalami inflasi yang signifikan.

Unilever Indonesia mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 8,6% pada kuartal I/2017 dibanding periode yang sama tahun lalu.

"Pada kuartal pertama harga gula merah relatif stabil artinya ongkos produksi untuk kecap menjadi turun. Namun kami akan banyak berbenah lagi demi kelancaran distribusi bahan baku," kata Sancoyo kepada Bisnis.com, Rabu (21/6/2017).

Sucoyo menambahkan, kenaikan ini juga disebabkan oleh strategi perusahaan yang bisa mempertahankan profitabiltasnya, misalnya margin laba bersih naik 237 basis poin (bps). Dengan profitabiltasnya tersebut perhitungan laba bersih naik 24,9% dibandingkan periode sama tahun lalu.

Dia memperkirakan pertumbuhan pada momen bulan Puasa dan Lebaran menjadi salah satu pendorong pertumbuhan pada kuartal II/2017 yang belum berakhir.

"Pada kuartal kedua yang belum berakhir ini ada pertumbuhan, namun saya belum bisa memberikan gambaran jelas kenaikannya. Pada momen lebaran ini diharapkan ada kenaikan yang signifikan dengan adanya gaji ke-13 dan tunjangan hari raya (THR)," katanya.

Sampai saat ini penjualan bersih Unilever Indonesia mencapai Rp10,8 triliun. Angka tersebut ditopang oleh penjualan segmen Home and Care yang naik 6,7% dan sektor Food and Refreshment mencapai 13,1% dibanding dengan periode sama tahun lalu.

Sucoyo menambahkan, akan segera merealisasikan ekpansi bisnis dengan dana investasi sebesar US$500 juta sampai 2020. Dana tersebut akan digunakan untuk menambah kapasitas produksi pabrik di berbagai kota Indonesia. Langkah tersebut diambil oleh Unilever untuk mengembangkan berbagai lini produksinya terutama pada sektor hulu.

"Hal ini guna meraih ongkos produksi yang se-efesien mungkin," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
unilever

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top