Unilever Resmi Berkantor di BSD

Unilever meresmikan gedung baru yang dibiayai dengan dana sebesar US$90 juta atau Rp1,2 triliun bernama Grha Unilever di Green Office Park BSD City, Tangerang Selatan.
Regi Yanuar Widhia Dinnata | 21 Juni 2017 18:47 WIB
Suasana peresmian gedung Unilever yang baru di BSD - JIBI/Regi Yanuar W.D.

Bisnis.com, TANGERANG SELATAN—Unilever meresmikan gedung baru yang dibiayai dengan dana sebesar 90 juta Euro atau sekitar Rp1 triliun bernama Grha Unilever di Green Office Park BSD City, Tangerang Selatan.

Gedung ini memiliki konsep bangunan hijau sebagai upaya mengurangi jejak karbon yang merusak lingkungan.

Emiten dengan kode saham UNVR ini membangun gedung di atas lahan seluas 30.000 m2 dengan luas bangunan 50.000 m2. Gedung dapat menampung sampai 1.350 karyawan.

CEO Unilever Paul Polman mengatakan Grha Unilever dibangun dengan menerapkan standar tinggi dalam hal penggunaan teknologi ramah lingkungan.

"Pembangunan gedung kantor pusat kami merupakan langkah investasi besar yang menjadi simbol dari komitmen panjang kami terhadap Indonesia. Bangunan ini sekaligus mencerminkan tekad kami untuk membuat standar baru dalam segala sesuatu yang kami lakukan," ujar Paul dalam konferensi pers peresmian gedung, Rabu (21/6/2017).

Paul menambahkan perusahaan menggabungkan beberapa kantor yang dahulu terpisah. Dengan adanya kantor yang terintegrasi, Unilever berharap kinerja preusahaan akan meningkat.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyambut baik peresmian gedung Univeler sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan bisnis yang dampaknya dapat dirasakan secara menyeluruh.

Pembangunan gedung ini sesuai dengan yang diharapkan yakni mendukung penerapan bangunan ramah lingkungan yang mulai banyak diterapkan di berbagai negara maju.

"Saya mengapresiasi berbagai program Unilever, termasuk rencana pembangunan pabrik daur ulang. Hal ini menjadi salah satu bentuk komitmen Unilever untuk bertanggung jawab atas produknya," ujar Airlangga.

Sebelumnya Unilever mengumukan rencana pengembangan pabrik daur ulang kemasan saset berteknologi CreaSolv Process. Pabrikan tersebut ditargetkan beroperasi pada akhir 2017 di Jawa Timur.

Pembangunan fasilitas menjadi salah satu tanggung jawab yang dibebankan oleh pemerintah kepada produsen produk berpotensi sebagai penghasil sampah plastik.

Pada saat yang sama, Governance and Corporate Affairs Director PT Unilever Indonesia Tbk, Sancoyo Antarikso mengatakan masih fokus terhadap ekpansi penambahan kapasitas produksi dengan nilai investasi sebesar US$500 juta di berbagai kota di Indonesia. 

Investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi ini ditopang oleh dua segmen produk, yaitu home and personal care dan food and refreshment.

"Kami juga akan mengeluarkan brand baru pada tahun ini guna mendukung segmen food and refreshment," kata Sancoyo. 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
unilever, unilever indonesia

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top