Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PLN Tunda PPA Listrik 9.000 MW

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menunda kontrak jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA) untuk proyek ketenagalistrikan 9.000 MW di Jawa karena listrik di daerah tersebut diprediksi akan mengalami kelebihan (oversuplly) 5.000 MW.
Gemal AN Panggabean
Gemal AN Panggabean - Bisnis.com 10 April 2017  |  18:57 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan (kanan) berbincang dengan Dirut PLN Sofyan Basir saat menghadiri seminar di Jakarta, Rabu (29/3). - Antara/Widodo S. Jusuf
Menteri ESDM Ignasius Jonan (kanan) berbincang dengan Dirut PLN Sofyan Basir saat menghadiri seminar di Jakarta, Rabu (29/3). - Antara/Widodo S. Jusuf

Bisnis.com,JAKARTA — PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menunda kontrak jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA) untuk proyek ketenagalistrikan 9.000 MW di Jawa karena listrik di daerah tersebut diprediksi akan mengalami kelebihan (oversuplly) 5.000 MW.

Direktur Pengadaan PLN Supangkat Iwan Snatoso mengatakan, masih ada sisa proyek 4.000 MW yang masih belum tahap penandatanganan kontrak. Dia menegaskan, pihaknya tidak akan menandatangani kontrak lain, setelah seluruh proyek 4.000 MW itu ditandatangani.

"Masih ada sisa 4 ribuan MW yang belum terkontrak. Sementara, sisa proyek sebesar 9 ribuan MW kami hold (tahan) dulu. Karena listrik di Jawa diprediksi akan kelebihan daya 5.000 MW," katanya menjawab wartawan di Gedung Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Senin (10/4/2017).

Iwan mengungkapkan salah satu proyek yang rencananya akan ditunda adalah proyek pembangunan PLTU Jawa 5. Proyek tersebut sedianya akan dibangun oleh anak usaha PLN, PT Pembangkit Jawa Bali dengan kapasitas 2x1.000 MW.

"Jawa 5 tidak akan diteruskan, apalagi kebutuhan listrik cukup dengan pertumbuhan ekonomi sekarang," pungkas Iwan.

Menurut Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2017 hingga 2026, suplai listrik di Jawa diperkirakan akan bertambah sebesar 39,1 GW dalam 10 tahun. Ini lebih besar dibanding wilayah lain seperti Sumatera sebesar 21 GW, Kalimantan sebesar 6,9 GW, Sulawesi sebesar 8,6 GW dan Maluku-Papua sebesar 2,1 GW.

Pertumbuhan kebutuhan listrik di Jawa juga diperkirakan akan bertumbuh 7,2% antara 2017 hingga 2026. Angka ini lebih kecil dibandingkan wilayah lain seperti Sumatera 11,2%, Kalimantan 10,%, Sulawesi 11,7%, dan Papua 10,5%.

Iwan mejelaskan pulau Jawa dan Bali pada awalnya mendapat jatah 21.252 ribu MW, atau 59,65 % dari total kapasitas megaproyek 35.000 MW. Namun, melihat pertumbuhan permintaan listrik di pulau Jawa saat ini, kapasitas listrik sebesar 13.000 MW dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan Jawa.

Adapun proyek 9.300 MW yang sudah menandatangani kontrak, antara lain: Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jawa 7 sebesar 2x1.000 MW, PLTU Jawa 8 sebesar 1.000 MW, PLTU Jawa 1 sebesar 1.000 MW, PLTU Batang sebesar 2x1.000 MW, PLTU Tanjung Jati 5 dan 6 dengan besaran 2x1.000 MW, dan PLTU Jawa 3 sebesar 1.300 MW.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PLN ppa
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top