Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Grand Depok City Susun Rencana Pengembangan Baru

Setelah meluncurkan vasad terbaru New Anggrek, PT Dinamika Alam Sejahtera, pengembang Grand Depok City akan mengembangkan proyek rumah tapak dan komersial.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 19 Maret 2017  |  23:53 WIB
Ilustrasi pameran properti - Reuters/Darren Whiteside
Ilustrasi pameran properti - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah meluncurkan vasad terbaru New Anggrek, PT Dinamika Alam Sejahtera (DAS), pengembang Grand Depok City (GDC), Depok, Jawa Barat, kembali mengembangkan proyek rumah tapak dan komersial.

General manager proyek Grand Depok City, Tony Hartono mengatakan saat ini masih memiliki sekitar 140 ha lahan yang belum dikembangkan atau setara 40% dari total potensi lahan yang mencapai 350 ha.

Menurut dia, rencana pengembangan lahan lebih lanjut terdiri atas 30% proyek rumah tapak dan 10% merupakan proyek komersial. Rencana kerja sama pengembangan kata dia tak menutup kemungkinan akan melibatkan investor asing.

“Investor asing sudah beberapa sedang bernegosiasi. Mungkin satu dua bulan lagi kami rencannya akan ada dengan mereka [asing] untuk department store,” ujarnya.

Tony menuturkan selama ini geliat investor asing di kota Depok memang belum semasif kota lain seperti Jakarta. Hal itu dikarenakan para investor asing masih terkendala perizinan terkait penggunaan brand yang mengharuskan nama lokal.

Dia pun mengharapkan niat baik dari pemerintah untuk membuka dukungan terhadap investor asing dalam mendorong pertumbuhan bisnis properti.

Tony menargetkan penjualan 40 - 50 unit atau senilai Rp40 miliar setiap bulannya untuk proyek klaster dengan vasad terbaru New Anggrek 2.

Perubahan vasad lanjutnya dilakukan selama 6 bulan sekali guna menarik konsumen. Saat ini pembangunan 400 unit sedang dilakukan di atas lahan 9 ha. Proyek itu menyasar segmen menengah.

Dia menjelaskan dalam membidik segmen menengah pihaknya membanderol hunian tapak dengan harga mulai Rp 800 juta per unit dengan standar luas tanah 120 m2.

“Tren harganya terus meningkat karena pasarnya cukup prospektif. Harga akan terus meningkat seiring perkembangan infrastruktur termasuk jalan utama kami yang akan dijadikan alun-alun kota Depok,” tuturnya.

Selain klaster hunian tapak, pihaknya juga telah meluncurkan rumah pertokoan Verdena pada awal bulan ini. Ruko verdena terdiri atas 28 unit. Harga per unitnya ditawarkan mulai dari Rp1,2 miliar.

Toni meyakini tingkat okupansi ruko ini bisa mencapai 100%. Beberapa perusahaan besar sepert Kawasaki dan Astra pun telah beroperasional di ruko ini.

Secara konsep bisnis pengembang Grand Depok City lebih memaksimalkan potensi hunian rumah tapak dibandingkan dengan komersial ataupun hunian vertikal.

Kondisi itu dilakukan supaya terjadinya persaingan sehat di Industri Properti Depok. Pasalnya kondisi di sekitar Depok juga tengah banyak berlangsung proyek hunian vertikal.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top