Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Fonterra Ekspansi ke Pasar Susu UHT

Fonterra Brands Indonesia tahun ini makin gencar masuk ke pasar susu UHT. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan susu UHT yang tumbuh secara nasional sebesar 12%.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 17 Maret 2017  |  08:44 WIB
Fonterra Ekspansi ke Pasar Susu UHT
Fonterra. - Ilustrasi/dairyreporter.com

Bisnis.com, JAKARTA - Fonterra Brands Indonesia tahun ini makin gencar masuk ke pasar susu UHT. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan susu UHT yang tumbuh secara nasional sebesar 12%.

Scientific and Regulatory Affairs and Food Safety & Quality Director Fonterra Brands Indonesia, Afiffudin menyampaikan, permintaan susu UHT tumbuh lebih cepat dari susu bubuk yakni 12% per tahunnya. Diantara faktor yang mendorong pertumbuhan ini yakni karena makin banyaknya retail, tuntutan gaya hidup yang mengutamakan kemudahan, serta harga yang makin terjangkau.

Maka, sejak lima tahun lalu FBI mulai menggarap pasar susu UHT berupa produk Anlene dan Boneeto. Dan dua tahun belakangan ini, Fonterra makin serius menggarap pasar susu UHT. FBI tidak menambah investasi untuk produksi susu UHT karena bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki fasilitas tersebut.

Fonterra merupakan produsen susu berbagai merek yang berbasis di New Zealand, seperti Anlene, Anmum dan Anchor Boneeto. Anlene sebagai market leader untuk susu dewasa. Sementara, Anchor Boneeto menjadi pemain ketiga untuk susu anak.

"Untuk liquid, kami memiliki produk Anlene dan Boneeto. Kami menambah jumlah varian, yakni cokelat dan putih, untuk mengejar pertumbuhan tersebut. Sementara masih pasar domestik," tuturnya di sela-sela kunjungan ke peternakan peserta program Fonterra Dairy Scholarship di Sentul, Bogor, Kamis (16/3).

Selain makin serius di pasar susu UHT, FBI mulai melirik ekspor susu bubuk berupa produk Anlene ke Filipina tahun ini. Ini dilakukan untuk memaksimalkan kapasitas produksi pabrik di Cikarang dengan nilai investasi sebesar Rp357 miliar, sebesar 100.000 kemasan per hari atau 41 juta kemasan per tahun. Saat ini, kapasitas terpakai baru mencapai 70.000 kemasan per hari.

"Kami melihat potensi ekspor untuk mengoptimalkan investasi yang kami punya. Dengan investasi terbesar dalam satu dekade ini di Asean, kami memiliki kemungkinan untuk suplai ke beberapa negara, salah satunya Filipina," imbuhnya.

Afif meyakini pasar susu makin meluas seiring dengan peningkatan permintaan susu secara nasional sebesar 5% tiap tahunnya. Apalagi, tingkat konsumsi nasional masih terhitung rendah yakni 12,1 kg per kapita per tahun, jauh di bawah Malaysia sebesar 36 kg per kapita per tahun.

Maka, kata dia, industri pengolahan susu harus melihat angka ini sebagai pasar yang bagus di tahun mendatang. Apalagi susu memberikan kontribusi yang signifikan dalam pemenuhan kebutuhan protein dalam keseharian.

Badan Pusat Statistik menyebut potensi pasar susu dan produk turunannya hingga 2019 diperkirakan mencapai Rp44 triliun. Sebesar Rp37 triliun diantaranya merupakan produk susu, sementara sisanya diambil oleh yogurt, keju, dan butter.

Corporate Communications Manager Fonterra Brands Indonesia Andriani Ganeswari menyebut penetrasi konsumsi susu masyarakat urban mencapai 97%. Ini menandakan tingginya permintaan terhadap produk susu.

Potensi konsumsi yang besar dan permintaan yang meningkat tiap tahunnya membuat Indonesia masuk dalam pasar prioritas Fonterra bersama dengan 7 negara lainnya yakni New Zealand, Sri Lanka, Chile, China, Brasil, dan Australia. Salah satu untuk memenuhi kebutuhan itu yakni dengan membangun pabrik di Cikarang dengan kapasitas produksi 100.000 kemasan per hari. Dengan infrastruktur ini, Indonesia berpeluang menjadi pusat produksi Fonterra untuk memenuhi kebutuhan beberapa negara lain.

"Kami juga memiliki konsumen bisnis seperti kafe, hotel, dan bakery merek Anchor Food Professionals. Kami mensuplai susu serta produk turunanya hingga ke 7.000 customer," imbuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

susu
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top