Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UBS: Investor Siap Kejar Aset di Negara Berkembang

Perusahaan jasa finansial UBS Wealth Management menyatakan klien-kliennya siap untuk meningkatkan kepemilikan mereka di emerging markets.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 01 Februari 2017  |  14:13 WIB
Bisnis.com, JAKARTA Perusahaan jasa finansial UBS Wealth Management menyatakan klien-kliennya siap untuk meningkatkan kepemilikan mereka di emerging markets. - .
Bisnis.com, JAKARTA Perusahaan jasa finansial UBS Wealth Management menyatakan klien-kliennya siap untuk meningkatkan kepemilikan mereka di emerging markets. - .

Bisnis.com, JAKARTA– Perusahaan jasa finansial UBS Wealth Management menyatakan klien-kliennya siap untuk meningkatkan kepemilikan mereka di emerging markets.

Michael Bolliger, head of emerging-market asset allocation UBS, memprediksikan return kelas aset berdigit tunggal tahun ini.

Klien-klien UBS, dengan total aset senilai US$2,1 triliun, merasa nyaman berinvestasi di negara-negara berkembang.

Menurutnya, keinginan klien UBS tersebut berdasarkan kuatnya performa saham dan obligasi di negara berkembang dinilai pada 2016 serta berlanjutnya aliran uang pada tahun ini.

“[2016] merupakan tahun yang baik dan memberi kesan pada orang-orang. Diperlukan beberapa kuartal performa yang baik bagi mereka untuk memanas dan menjadi lebih tertarik. Inilah yang terjadi sekarang,” kata Bolliger, seperti dikutip dari Bloomberg (Rabu, 1/2/2017).

Stimulus bank sentral yang belum pernah terjadi sebelumnya telah memicu perburuan global untuk return yang lebih tinggi tahun lalu serta mendorong permintaan untuk aset negara berkembang.

Menurut data EPFR Global, minat investor masih kuat sepanjang pekan yang berakhir pada 25 Januari, dengan aliran dana untuk pembelian saham-saham emerging market senilai US$1 miliar. Jumlah tersebut adalah yang terbesar dalam tiga bulan.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emerging market
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top