Surabaya Bangun 10 Ruang Operasi RSUD dr Soewandhi

Pemerintah Kota Surabaya membangun 10 ruang operasi di RSUD dr Soewandhi guna memenuhi kebutuhan pasien yang selama ini kerap menunggu antrean untuk mendapat pelayanan operasi.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 14 Januari 2017  |  04:12 WIB
Surabaya Bangun 10 Ruang Operasi RSUD dr Soewandhi
Para dokter di ruang operasi - Ilustrasi/courtesy of Pipereport.com

Bisnis.com, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya membangun 10 ruang operasi di RSUD dr Soewandhi guna memenuhi kebutuhan pasien yang selama ini kerap menunggu antrean untuk mendapat pelayanan operasi.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan dengan menambah kapasitas gedung dan jumlah ruangan yang bertambah luas, RSUD dr Soewandhie diharapkan bisa lebih menjawab harapan masyarakat, terutama dalam percepatan pelayanan kepada masyarakat karena waktu tunggu operasi, tidak lagi lama seperti dulu.

"Dengan begini, RSUD Soewandhi akan lebih bisa diandalkan dan lebih dipercaya masyarakat, minimal bisa mengurangi niatan warga yang ingin berobat ke luar negeri, kalau cuma operasi kaki saja kenapa harus ke luar negeri,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (13/1/2017).

Adapun RSUD dr Soewandhi yang direnovasi itu kini merupakan bangunan gedung empat lantai yang memiliki 10 kamar operasi. Sepuluh kamar operasi itu terdiri dari tiga kamar operasi emergency, 7 kamar operasi elektif/terjadwal, 2 ruang kateterisasi jantung dan juga satu ruang laser batu ginjal.

"Penambahan 10 ruang operasi ini bertujuan untuk mengurangi waktu tunggu antrian operasi. Dulu antrean operasinya 2 bulan karena jumlah pasiennya memang tinggi, sekarang waktu tunggunya jauh lebih pendek," imbuhnya.

Risma, panggilan Tri Rismaharini, mengatakan proses renovasi rumah sakit tersebut selama ini cukup banyak mengalami kendala di antaranya adalah keterbatasan lahan karena dikepung oleh permukiman warga dan juga jalan umum, renovasi juga harus dilakukan seiring sejalan dengan pelayanan rumah sakit yang tetap berlangsung.

“Renovasinya sulit karena perbaikannya jalan terus dan operasional rumah sakitnya juga jalan terus. Saya sendiri sampai ikut merancang tahapan pembangunannya,” ujar wali kota alumnus jurusan arsitektur ITS ini.

RSUD dr Soewandhi yang juga menjadi rumah sakit pendidikan itu menjadi jujugan bagi mahasiswa dari beberapa fakultas kedokteran di Surabaya. Sejak 2016, RSUD dr Soewandhie telah melakukan pembinaan kepada 21 Puskesmas di Surabaya dan bidan praktek swasta mandiri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surabaya, rsud

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top