Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Produksi Susu Turun, Pemerintah Identifikasi Persoalan

Pemerintah akan mengidentifikasi berbagai persoalan mendasar yang menyebabkan produksi susu nasional kian mengalami penurunan.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 10 Januari 2017  |  01:27 WIB
Produksi Susu Turun, Pemerintah Identifikasi Persoalan
Peternak menuangkan susu sapi hasil perahan ke wadah, di Subang, Jawa Barat, Sabtu (28/3/2015)./JIBI-Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah akan mengidentifikasi berbagai persoaln mendasar yang menyebabkan produksi susu nasional kian mengalami penurunan. Saat ini, 80% bahan baku industri susu diperoleh dari impor.

Akhir pekan lalu, sejumlah menteri yaitu Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Perindustrian Erlangga Hartanto, dan Menteri Pertanian yang diwakili Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita telah mengunjungi ke beberapa lokasi yang terkait sektor persusuan.

Lokasi-lokasi tersebut yaitu Koperasi Susu Sapi Perah di Pujon, perusahaan produsen susu PT Greenfield, dan Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB Singosari) di Malang, Jawa Timur. Dalam kunjungan tersebut, para menteri sepakat untuk sinergi meningkatkan produksi susu nasional.

Dirjen Peternakan I Ketut Diarmita menyampaikan salahs atu persoalan yang membuat peternak tidak bergairah yaitu harga susu mereka yang dinilai terlalu rendah. Menurut Diarmita, saat ini pemerintah sedang mengkaji kebijakan wajib serap oleh industri pengolahan susu.

“Sekarang ini Kementan mellauii Ditjen Peternakan bersama-sama dengan instansi terkait, sedang mengkaji peraturan itu,” jelas Diarmita melalui keterangan tertulis yang diperoleh Bisnis, Senin (9/1) malam.

Senada, Wakil Ketua Asosiasi Peternak sapi Perah Indonesia (APSPI) Heru S. Prabowo bahwa rendahnya harga SSDN (Susu Segar Dalam Negeri ) ditingkat peternak menjadi menyebab utama keengganan peternak untuk memelihara sapi perah.

“Harga saat ini berkisar antara 5.000 – 5.500 rupiah per liter, tentunya tidak bisa menutup biaya operasional pemeliharaan, terutama pakan sapi perah,” ungkap Heru.

Dalam kunjungan tersebut, Menko perekonomian Darmin Nasution menyoroti soal pertumbuhan koperasi susu sapi perah di Pujon kabupaten Malang, yang mana dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini mengalamiperlambatan yang signifikan.

“Kita juga melihat koperasi sapi perah di Pujon dan melihat bagaimana perkembangannya, seperti apa permasalahannya, serta kesulitan apa yang dihadapi oleh peternak kita”, kata Darmin.

Menteri Perdagangan dalam kunjungannya ke perusahaan peternakan sapi perah PT. Greenfield menyatakan bahwa pemerintah akan berkoordinasi untuk menentukan floor price untuk susu sapi segar di Indonesia.

“Pemerintah dalam hal ini yaitu Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian dan Menteri Pertanian harus bersama-sama untuk menentukan floor price untuk harga susu segar dari peternak,” jelas Enggar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

produksi susu
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top